Alasan Bisnis Sulit Berkembang : “Although growth is never easy, it’s almost always necessary at some point. Companies that are stagnant can’t be competitive, and if you’re not competitive, your days in business are numbered.” —Shawn Freeman, Founder TWT Group.

Selain meraih keuntungan, bisnis yang terus bertumbuh dan dapat bertahan dari segala gempuran persaingan merupakan impian bagi setiap pebisnis.

Namun, untuk dapat mencapainya, pebisnis harus rela mengorbankan banyak hal. Mulai dari uang, pertemanan, waktu bebas, kenyamanan, hingga keluarga. Selain itu, pebisnis juga harus cerdas dalam mengambil langkah.

Jangan sampai bisnis yang di lakukan justru stagnan. Secara praktis, hal ini di tandai dengan omzet bisnis yang tak menunjukkan kenaikan setiap periodenya. Jika sudah demikian, kita patut khawatir kalau bisnis akan sulit berkembang.

Lantas, apa yang bisa di lakukan untuk memperbaikinya? Melalui siniar (podcast) Smart Inspiration edisi Smart Information episode “Bisnis Stuck di Tempat? Perbaiki dengan Cara Ini!”, kita akan di ajak untuk mengenal alasan-alasan mengapa bisnis sulit berkembang dan solusi untuk mengatasinya.

Sebelum membahas bagaimana cara memperbaiki bisnis yang sulit berkembang, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengapa hal tersebut bisa terjadi. Perlu diketahui bahwa setiap bisnis memiliki alasannya sendiri mengapa mereka sulit berkembang. Berikut adalah beberapa alasan yang umum terjadi.

1. Belum Memahami Makna Sebenarnya dari Pengembangan Bisnis

Apa itu pengembangan bisnis? Menurut Scott Pollack, kontributor tulisan bisnis di Forbes, pengembangan bisnis adalah usaha penciptaan nilai jangka panjang bagi suatu bisnis yang mencakup unsur pelanggan, pasar, dan interaksi di dalamnya.

Dengan kata lain, dilansir dari KOMPAS.com, bisa dikatakan bahwa istilah ini merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk mempertahankan bisnis agar tetap produktif dan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

Berangkat dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bisnis merupakan unsur esensial dalam berbisnis. Sayangnya, banyak pebisnis yang menganggap bahwa berbisnis hanya sekadar menjual produk dan memperoleh keuntungan.

2. Kehilangan Tujuan, Fokus, dan Semangat dalam Membangun Bisnis

Seiring berjalannya waktu, fokus dan semangat dalam membangun bisnis akan memudar secara alami. Proses ini bisa lebih cepat terjadi jika bisnis cenderung stagnan.

Jika tidak segera diatasi, pebisnis bisa lupa tujuan utama bisnisnya. Mereka justru hanya sekadar menjual dan mendapatkan keuntungannya saja, tanpa mementingkan pengembangan bisnis.

Untuk dapat membantu mengembalikan fokus dan semangat dalam berbisnis, Kristin Marquet, Founder dan Direktur Kreatif Creative Development Agency, menganjurkan kita untuk mencoba mengelilingi diri dengan orang yang tepat.

Bergaulah dengan orang-orang yang memiliki aura positif dan sukses.  Jika yang terjadi justru sebaliknya, tak ayal jika energi kita lebih mudah terkuras, bahkan terbuang sia-sia.

3. Tidak Punya Rencana Bisnis dan Pemasaran yang Baik

Ini merupakan alasan yang kerap terjadi ketika bisnis mengalami stagnasi. Pasalnya, berbagai unsur-unsur penting dalam berbisnis, seperti penganggaran, pengendalian biaya, penetrasi pasar, dan pembiayaan sumber daya manusia memerlukan perencanaan yang matang.

Dan juga, Tanpa adanya perencanaan, segala unsur tersebut tidak dapat terpenuhi dengan baik. Bahkan, hal ini bisa membuat bisnis hancur secara perlahan. Dari segala alasan ini, lantas bagaimana cara agar kita bisa memperbaikinya?

Dengarkan jawabannya melalui siniar Smart Inspiration edisi Smart Information episode “Bisnis Stuck di Tempat? Perbaiki dengan Cara Ini!”.

Selain itu, bagi kamu yang ingin belajar tentang informasi strategis seputar menjalankan bisnis, elaborasi perspektif, dan cara menemukan keseimbangan hidup yang lebih berkualitas serta berbahagia, dengarkan siniar Smart Inspiration di Spotify!