Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Indra Darmawan memaparkan ada 47 proyek investasi berkelanjutan senilai Rp150 triliun yang telah dipetakan untuk memudahkan investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi di Indonesia. Proyek-proyek tersebut telah dituangkan dalam Peta Peluang Investasi yang dapat memberi gambaran komprehensif bagi investor. Dia mengatakan pihaknya tengah menyusun panduan Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan agar investasi yang masuk ke Indonesia dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan UMKM dengan melalui gerakan kolektif untuk mendorong pertumbuhan ekosistem investasi hijau skala besar dan UMKM di Indonesia.

“Setidaknya dalam lima tahun ke depan, terdapat setidaknya 100 bisnis berkelanjutan dalam berbagai skala yang terkait dengan yurisdiksi dengan hutan/gambut/ekosistem penting dan dapat meningkatkan investasi setidaknya USD200 juta,” ujar Indra dalam Executive Dialogue: Daerah Bangkit Melalui Kemudahan Investasi Hijau Indonesia Diskusi yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama dengan kaukus pembangunan lestarinya, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) ini merupakan rangkaian dari kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2022 di Jakarta Convention Center (JCC).

Agenda ini diadakan untuk menyongsong perhelatan G20 di Indonesia. Perhelatan ini akan menjadi momen bagi Apkasi dan LKTL untuk berkontribusi membantu meningkatkan daya saing daerah dan kapasitas daerah agar lebih mampu mengakses peluang insentif pendanaan dan investasi hijau yang berguna untuk pengembangan daerah secara lebih berkelanjutan.

Bupati Gowa sekaligus Sekjen Apkasi Adnan Purichta Ichsan menyampaikan, di tingkat global pembahasan tentang investasi hijau telah berkembang sebagai konsep pemulihan ekonomi dengan lebih baik, sekaligus berkelanjutan. Saat ini, kabupaten juga sedang mempersiapkan diri untuk berpartisipasi pada perhelatan KTT G20 presidensi Indonesia. Kami sangat mendukung diskusi seperti ini, karena membantu memperluas wawasan kami dan lebih terarah untuk melengkapi diri terhadap potensi investasi hijau yang masuk ke daerah. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adnan.

Wakil Ketua Umum III Bidang Maritim, Investasi dan Hubungan Luar Negeri Shinta Kamdani juga menambahkan, saat ini Kadin juga turut mendukung proyek investasi berkelanjutan Dia mengatakan sejalan dengan Kementerian Investasi, Kadin tentunya mendukung proses business-matching yang akan dilaksanakan pada Forum Bisnis dalam rangkaian acara B20.

Sesuai dengan prinsip inklusivitas yang diusung B20 Indonesia, kami ingin agar pertumbuhan green business nantinya bisa memberi ruang luas tidak hanya bagi perusahaan skala besar tetapi juga UMKM baik di pusat maupun daerah. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi hijau yang didorong sektor bisnis akan menciptakan ketangguhan perekonomian karena keterlibatan UMKM menjadi perhatian besar B20 Indonesia,” jelas Shinta. (Ficky Ramadhan)(AHL)