Konsep MVP atau Minimum Viable Product adalah sebuah produk yang memenuhi kebutuhan dasar pelanggan. Konsep ini banyak digunakan oleh startup untuk mendapatkan perhatian dan meningkatkan daya tarik pelanggan. Sehingga, bisa dibilang MVP adalah suatu inovasi dengan biaya minim yang justru bisa memperkuat suatu bisnis online. Head of Niagaweb, Bijak Putranto mengatakan Anda tidak perlu overthinking dengan macam-macam produk dan jalankan bisnis dengan konsep MVP saja. “Ciptakan saja dulu satu produk yang minimal, tidak perlu sempurna.

Tapi justru dari situ kita bisa meminta feedback dari pelanggan untuk mengetahui apa yang bisa ditingkatkan dari produk tersebut,” kata Bijak dalam webinar bertajuk “Strategi Perkuat Pasar dengan Inovasi Produk dengan Biaya Minim Buat Usaha Makin Laris Manis”, mengutip siaran pers yang diterima Bisnis  online yang bergerak di bidang fesyen wanita. Sebagai penjual, kita tentu ingin menjual produk yang ideal dengan bahan yang bagus dan nyaman, warna yang trendi, dan kemasan yang menarik. Namun, belum tentu itu semua yang diinginkan oleh pelanggan. Bisa jadi pelanggan hanya menginginkan baju yang nyaman digunakan untuk bekerja dari rumah mengingat situasi pandemi Covid saat ini.

Jadi sebaiknya kita sebagai seller fesyen wanita menyediakan produk baju minimal yang nyaman. Selanjutnya, kita bisa meminta feedback pada pelanggan kira-kira apa yang bisa ditambah dari produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan karena bisnisnya online, kita bisa dengan mudah meminta feedback lewat review di marketplace atau media sosial,” jelas Bijak. Ada beberapa opsi lain yang bisa dilakukan oleh para pebisnis online yang ingin menggunakan konsep MVP yang dijelaskan oleh Bijak.

1. Dropshipper Sistem dropship cocok dilakukan bagi pebisnis yang masih mencari produk yang tepat untuknya karena dropshipper bisa memasarkan atau menjual produk milik orang lain tanpa ada batasan jenis produk. Dropshipper juga banyak menjadi pilihan karena sistem bisnisnya yang sederhana dan tidak perlu menyetok barang terlebih dahulu.

2. Makloon Selanjutnya adalah Makloon yang banyak dilakukan oleh seller produk kosmetik atau herbal untuk menekan biaya produksi sendiri yang tidak murah. Sehingga kemudian mereka memilih untuk menerapkan makloon atau mencari produsen yang memproduksi sejumlah barang dan hanya perlu memberi brand milik mereka sendiri.

3. Shared warehouse Shared warehouse adalah menggunakan warehouse bersama milik penyedia warehouse untuk menyimpan barang stok sehingga penjual tidak perlu bingung untuk mencari tempat dan bisa fokus dengan bisnisnya.

4. Website landing page Website landing page juga menjadi salah satu pilihan MVP yang bisa diterapkan oleh pebisnis online. Memiliki website, jelas Bijak, akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat pada bisnis kita. Tapi membuat website full pastinya lebih rumit dan mahal. Sehingga kita bisa membuat website yang berisi satu halaman penawaran atau landing page yang isinya adalah produk unggulan bisnis kita. Tentunya membuatnya mudah dan lebih murah. “Kebetulan di Niagahoster juga sedang ada promo hingga 80 persen unlimited hosting dan gratis domain, serta promo 8 persen untuk jasa pembuatan website di Niagaweb dalam rangka Anniversary ke-8 Niagahoster yang berlaku sampai 15 Desember 2021. Promo ini bisa dimanfaatkan bagi pebisnis online yang ingin memperkuat bisnis menggunakan website landing page,” papar Bijak.

5. Paid-per-click ads MVP terakhir yang bisa diterapkan oleh pebisnis online adalah paid-per-click ads. Ads atau iklan jenis ini terhitung lebih murah karena kita baru dikenakan biaya jika ada pengunjung yang klik iklan tersebut. Meskipun terhitung cukup murah, namun jenis iklan ini juga efektif untuk menguatkan bisnis online. Namun semua pilihan kembali lagi pada masing-masing pebisnis online. MVP seperti apa yang paling cocok untuk diadopsi dan diterapkan demi memperkuat bisnis online agar bisa terus bertahan di ketatnya persaingan.