Aktivitas ekonomi yang kian membaik saat ini berpotensi terhadap peningkatan pertumbuhan kredit perbankan. Harapannya sektor ekonomi dan UMKM dapat kembali bangkit. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Giri Tribroto di Denpasar menyebutkan dengan adanya euforia dilonggarkannya kembali kegiatan sosial serta adat keagamaan, menurunnya jumlah kasus Covid-19, kebijakan-kebijakan pemerintah serta meningkatnya kedatangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi yang akan berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Bali. “Diharapkan aktivitas ekonomi meningkat berpengaruh pada peningkatan pertumbuhan kredit perbankan,” katanya.

Giri menerangkan kinerja perbankan masih tumbuh baik pada triwulan I/2022. Salah satunya itu terlihat dari penyaluran kredit perbankan di Bali yang mengalami pertumbuhan. “Posisi data April 2022, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bali adalah sebesar Rp 96,51 triliun dengan pertumbuhan 3,09 persen (yoy),” ujarnya. Tumbuhnya penyaluran kredit perbankan di Bali, diakui, penyaluran kredit perbankan terbesar di Provinsi Bali adalah kepada sektor bukan lapangan usaha atau konsumtif sebesar Rp34,06 triliun dengan market share sebesar 35,29 persen dan pertumbuhan yang terkontraksi -2,28 persen (yoy).

Sementara penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Pulau Dewata tahun 2022 hingga April sebesar Rp3,15 triliun dengan target tahun 2022 sebesar Rp9,23 triliun atau pencapaian 34,08 persen. Hal sama dikatakan Dirut Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma. Penyaluran KUR Rp506.16 miliar atau mencapai 110,73 persen dari target Mei 2022 sehingga total penyaluran KUR Bank BPD Bali sejak ditetapkan menjadi bank penyalur KUR menjadi sebesar Rp4,16 triliun.

Tak hanya itu, pemberian relaksasi/restrukturisasi kredit kepada 9.917 debitur dengan nominal Rp2,67 triliun dengan harapan dapat memberikan ruang bagi debitur yang usahanya terdampak pandemi Covid-19 untuk dapat tetap survive. Sudharma menambahkan penyaluran tambahan subsidi bunga KUR hingga Mei 2022 sebesar Rp97,4 miliar kepada 21.001 debitur. Bank milik krama Bali ini juga menyalurkan subsidi bunga kredit UMKM Non KUR sejak Mei 2020 kepada 5.302 debitur dengan nominal subsidi Rp20,25 miliar.

“Termasuk penyaluran kredit kepada korporasi dengan penjaminan dari pemerintah sebanyak Rp10 miliar sesuai dengan PMK No 27/PMK.08/2022. Penyaluran kredit kepada UMKM dengan penjaminan dari Pemerintah sebanyak Rp35,58 miliar sesuai dengan PMK No. 28/PMK.08/2022,” jelasnya. Lainnya pengembangan Program Mesari (Membangun Masyarakat Bali), yang merupakan program kredit KUR dengan tambahan benefit atas biaya bank untuk mendukung Program Pemerintah melalui Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Produk Lokal Bali dan SE Gubernur No. 17 Tahun 2021 tentang pemanfaatan Produk Tradisional Garam Lokal Bali. Sementara itu Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pulau Dewata hingga 30 April 2022 mencapai Rp3,01 triliun.

Penyaluran KUR masih didominasi oleh KUR skema mikro yang mencapai Rp1,84 triliun dengan jumlah debitur 45.570. Plh. Kepala Perwakilan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Didik Ari secara daring menyatakan untuk kinerja penyaluran KUR di sektor kecil yaitu jumlah debitur 4.309 dengan penyaluran Rp1,13 triliun, sektor Supermi jumlah debitur 2,693 dengan penyaluran Rp25 miliar dan sektor UMI dengan jumlah debitur 710 dan penyaluran Rp3 miliar. Sedangkan menurut kabupaten/kota, penyaluran KUR tertinggi di Kota Denpasar dengan total Rp481 miliar, Tabanan Rp373 miliar, Klungkung Rp178 miliar, Karangasem Rp290 miliar, Jembrana Rp275 miliar, Gianyar Rp364 miliar, Buleleng Rp463 miliar, Bangli Rp223 miliar dan Badung Rp364 miliar.