Halo sahabat wirausaha, apa kabarnya? Semangat selalu yah. Ngomong-ngomong ketika kami melakukan pemetaan atas pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke kotak saran kami, maka dapat dikatakan bahwa mayoritas pertanyaan adalah tentang Akses Modal. Banyak yang merasa usahanya tidak bisa berkembang tanpa modal. Tak sedikit pula yang merasa tidak bisa memulai usaha, tanpa modal. Sekedar sedikit berbagi, platform ukmindonesia.id ini adalah contoh nyata bahwa mengembangkan layanan atau produk itu tidak melulu harus menunggu ada modal dulu, baru jalan. Melainkan bisa juga sebaliknya, jalan dulu, bikin perencanaan dan desain yang jelas dulu, tuangkan dalam sebuah dokumen proposal atau business plan, maka modal bisa didapatkan.

Cerita ukmindonesia.id Mendapatkan Akses Modal

Pengalaman mendampingi Usaha Mikro untuk mengembangkan bisnisnya membawa ke suatu tahapan dimana Usaha Mikro yang kami dampingi perlu mengurus perizinan, selain untuk menembus pasar modern, juga untuk mengakses modal. Tapi tak sedikit dari mereka yang merasa frustrasi karena tidak jelasnya prosedur perizinan, dimana para petugas di kantor pelayanan perizinan di daerah dapat memberikan informasi yang berbeda-beda sehingga pelaku usaha bisa bolak balik hanya untuk melengkapi atau memperbaiki berkas. Sebagai pendamping pun kami ikut merasa geram sehingga muncul ide untuk membuat sebuah pusat informasi perizinan yang lengkap dan akurat, sehingga pelaku usaha bisa membaca terlebih dulu dari rumah, ukur kesiapan usaha dan berkas-berkasnya, sehingga bisa datang ke Kantor Pelayanan Perizinan untuk fokus mengurus perizinan, dan bukan sekedar mencari informasi. Pusat informasi tersebut diharapkan bisa menghemat energi pelaku usaha dan bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih produktif. Kami ingin pelaku usaha bisa lebih sibuk berinovasi dan kerja, bukan sibuk kasak-kusuk hanya untuk mendapatkan informasi (perizinan).

Adapun waktu yang diperlukan untuk berjualan ide berupa proposal perencanaan memang cukup lama, yaitu sekitar 1.5 tahun; dan berpresentasi ke beberapa BUMN, Kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga internasional. Dalam 1.5 tahun itu pula bangunan ide kami semakin rinci dan disertai gambar tampilan website, disertai dengan perencanaan detail soal kota mana yang mau diajak kerjasama terlebih dulu, fokus bidang usahanya, sampai bagaimana strategi mengumpulkan sumber sahih informasinya, dan kemudian bagaimana menata informasinya agar lebih mudah dibaca dan dimengerti masyarakat umum. Di forum-forum diskusi kami juga mulai lemparkan ide tersebut untuk melihat reaksi orang lain.

Banyaknya reaksi yang menyatakan bahwa website ini (ukmindonesia.id) memang diperlukan membentuk keyakinan untuk terus maju dan akhirnya pada akhir 2015 kami mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia; dan pada September 2017, akhirnya ukmindonesia.org dirilis. Saat itu kontennya fokus pada prosedur perizinan. Pada akhir 2018, kami berganti domain menjadi ukmindonesia.id dan merilis wajah baru website seperti yang sekarang ini, dimana menu konten sudah bertambah dan lebih lengkap.

Apa hubungannya cerita kami dengan judul artikel ini? Pertama, kami ingin menyampaikan contoh kasus bahwa jika ide produk/layanan kita hadir untuk memecahkan suatu masalah, ada kemungkinan akan ada pihak lain yang ingin melihat kita bisa mewujudkan ide, bahkan memberi dukungan modal. Kedua, ketika ide dituangkan ke dalam suatu dokumen perencanaan (proposal) yang rinci, maka kita sudah memiliki peralatan tempur untuk mengakses modal (baca juga artikel ini: Menyusun Rencana Usaha Sederhana). Ketiga, ketika kita sudah menuangkan gagasan ke dokumen tertulis, otomatis kemampuan kita untuk menyampaikan ide dan rencana pun akan lebih meyakinkan, karena kita akan terlihat fasih dan mengerti permasalahan; hingga akhirnya bisa membuat orang lain (khususnya pemberi modal) berkenan mendukung dan mempercayakan dananya kepada kita.

Jenis-Jenis Sumber Akses Modal
Hal lainnya yang terpenting disini adalah bahwa akses modal itu tidak melulu pinjaman dari bank, ada sumber-sumber lain yang pelaku UMKM perlu ketahui, baik dari sumber dana non-komersial (seperti yang kami dapatkan dari Bank Dunia karena berupa dana proyek yang tidak perlu dikembalikan tetapi harus membuktikan ada hasil atau output yang sesuai dengan proposal atau rencana usaha); semi-komersial; dan komersial. Berikut tabel perbandingannya masing-masing.

Jenis-Jenis Skema Perjanjian Akses Modal
Selain dari jenis sumbernya, akses modal juga dapat dilihat dari skema perjanjiannya. Ada yang skemanya berupa modal bantuan sosial seperti murni hibah tanpa syarat dan hibah dengan syarat. Ada juga yang skemanya berupa pinjaman seperti kredit investasi, kredit modal kerja, dana talangan piutang (invoice), sewa-beli atau leasing, dan gadai. Berikut ulasannya masing-masing.

Skema Modal Pinjaman

Selain jenis-jenis skema perjanjian di atas, ada beberapa skema perjanjian lainnya yang pelaku UMKM yang ingin berkembang perlu ketahui, antara lain:

Skema Ekuitas

Akses modal dengan skema perjanjian dimana dana dari investor tidak perlu dikembalikan karena sudah ditanamkan ke dalam perusahaan untuk menambah modal (equity) pada neraca keuangan perusahaan. Sebagai imbal baliknya, investor mendapatkan kepemilikan (saham), memiliki hak suara dalam pengelolaan perusahaan, bahkan bisa mengendalikan jika porsi kepemilikan sahamnya dominan (di atas 51%).

Dengan skema ekuitas ini, prinsipnya adalah sukses bersama, rugi bersama; karena jika terjadi kebangkrutan, perusahaan tidak perlu mengembalikan dana investor (rugi bersama); tapi jika terjadi keuntungan, perusahaan membagikan dividen kepada investor/pemilik saham (secara proporsional dengan persentase kepemilikan sahamnya. (Baca juga artikel ini tentang dividen). Skema ini jelas lebih murah bagi pelaku usaha (karena tidak perlu dikembalikan), tapi cukup rumit jika menghadapi mitra investor yang tidak satu visi dan tidak menganut nilai-nilai atau prinsip yang sama. Jadi, kalau mau mengakses kerjasama dengan investor skema ekuitas, pastikan calon mitra investor sudah memiliki visi dan nilai-nilai yang sama dengan kita.

Skema Project Financing atau Kemitraan Bisnis (Syirkah)

Skema ini adalah yang paling banyak ragamnya terkait kontribusi investor, serta hak dan kewajiban investor dan investee. Akses modal jenis ini umumnya menawarkan peluang bisnis atau Business Opportunity (biasa juga disebut dengan istilah BO) terkait suatu proyek, situs produksi, perlengkapan bisnis (gerobak jualan, bahan baku) dan lainnya yang sudah memiliki track recordyang baik, dan ingin replikasi. Berbeda dengan skema ekuitas dimana berbagi kepemilikan terjadi pada organisasi perusahaannya, pada skema ini, berbagi kepemilikan hanya pada cabang atau situs terkait.

Skema Waralaba

Skema waralaba adalah versi matang dari skema kemitraan (syirkah) atau Business Opportunity atau Project financing di atas. Hal ini karena perusahaan yang bisa mengakses modal dari mitra/konsumen melalui skema waralaba ini haruslah perusahaan yang sudah terbukti bisa membukukan laba selama sekurang-kurangnya 5 tahun.

Istilah “Waralaba” atau franchise juga hanya bisa digunakan oleh perusahaan yang sudah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba dari Kementerian Perdagangan RI; yang mana untuk mendapatkan sertifikat tersebut, sebuah perusahaan harus sudah memiliki dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) lengkap dan sudah mendaftarkan Hak Merek dan Hak Cipta-nya ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Dengan menawarkan waralaba ke berbagai pihak, sebuah perusahaan dapat berekspansi lebih cepat – khususnya dalam hal menambah jumlah cabang pelayanan – dengan menggunakan modal dari mitra yang mendaftar menjadi mitra waralabanya atau franchisee. (baca juga artikel ini: Mengintip Peluang Memperluas Pemasaran dengan Waralaba dan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba)

Wakaf Dana

Ini adalah skema perjanjian modal yang wacananya mulai dibicarakan atau diperkenalkan. Apabila secara tradisional kebanyakan wakaf diberikan oleh seorang muslim berupa tanah dan/atau bangunan, dewasa ini sudah mulai banyak kajian di dunia akademia yang membahas akad Wakaf Dana, yaitu dimana si pemberi wakaf, bukan menghadiahkan tanah/bangunan, melainkan menghadiahkan dana kepada sebuah organisasi atau kepada seseorang untuk dikembangkan lebih lanjut tanpa mengurangi nilai awal dari aset yang diwakafkan.

Konsep wakaf di dunia ekonomi Islam ini adalah suatu konsep yang modern (walau sebenarnya konsep awalnya sudah ada sejak tahun 600-an masehi), karena merupakan konsep hybrid atau gabungan dari skema sedekah/hadiah dengan investasi. Hal ini karena pemberi wakaf tidak akan mengambil kembali aset yang sudah diwakafkannya, sementara penerima wakaf selaku pemilik baru dari aset yang diberikan, harus berjanji untuk mengembangkan aset tersebut hanya untuk

aktivitas produktif, agar aset yang sudah diwakafkan kepadanya tidak akan dijual dan tidak mengalami penurunan nilai. Di negara-negara timur tengah, selain dibangun Masjid, tanah-tanah wakaf juga ada yang diatasnya dibangun toko atau bahkan mall, agar asetnya dapat menghasilkan pendapatan yang terus bergulir dan dapat memperpanjang amal jariyah dari pemberi wakafnya.

Bagaimana teman-teman? Akses modal itu sangat luas kan ya? Jika Anda tertarik untuk mengulas lebih dalam lagi tentang masing-masing jenis dan varian dari akses modal ini, mungkin Anda bisa daftar sekolah S2 jurusan Keuangan. Tapi sebagai pelaku usaha, semoga artikel ini dapat memberi gambaran awal mengenai begitu banyaknya alternatif akses modal. Kekuatan ide dan kejelasan rencana usaha dapat membantu kita mengakses modal.

Jadi mohon, setelah membaca artikel ini, tolong hapus pikiran bahwa untuk memulai usaha harus memiliki modal besar dulu; karena hal ini terbukti tidak benar. Kita bisa kerja dulu dengan ketersediaan fasilitas yang ada, start small, latihan berjualan dulu sampai laku 1-2 unit per hari, lalu perlahan naik, jangan lupa catat atau bertransaksilah secara elektronik melalui rekening bank agar ada bukti rekam jejak transaksi. Setelah jelas ada konsumen yang senang dengan produk/layanan kita, barulah kita mengakses modal dari luar. Dengan perencanaan yang jelas dan rekam jejak transaksi yang cukup, mestinya akses modal akan terbuka. Yuk, terus semangat belajar dan kembangkan usaha kita! Salam naik kelas!