Adanya masa pandemi yang kita hadapi bersama sejak akhir 2019 dan awal 2020 membuat dampak yang sangat besar dalam bidang perekonomian Indonesia dan masa-masa sulit itu juga dirasakan di hampir seluruh negara di dunia yang juga menghadapi pandemic wabah yang sama. Ada jutaan orang kehilangan pekerjaannya di seluruh dunia karena banyak perusahaan-perusahaan yang gulung tikar di masa pandemi. Mencari pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah, karena banyak perusahaan membatasi perekrutan untuk demi bisa bertahan di masa pandemi.  Dan karena itulah munculah banyak sekali orang-orang yang membuka usaha mandiri dengan memanfaatkan peluang yang bisa digunakan meskipun kita sedang berada di dalam masa pandemi baik secara online maupun offline.

Dengan maraknya orang yang berlomba-lomba mencari dan bahkan menciptakan peluang, pastinya ada banyak sekali usaha yang mirip satu dengan yang lain. Yah, tidak di masa pandemi pun, kita bisa melihat contoh orang berjualan gorengan di sekitar kita, pasti tidak hanya ada satu bukan?  Apalagi jika produk yang kita jual itu adalah produk yang berkualitas dan menarik minta banyak oang, pasti cepat atau lambat bisnis yang kita bangun akan mendapatkan saingan. Tidak ada yang salah dengan persaingan usaha, tiap usaha walaupun serupa akan tetap memiliki pangsa pasarnya sendiri. Namun akan lebih baik jika kita bisa memberikan nilai plus dalam produk yang kita jual, sehingga meskipun ada banyak yang menyaingi usaha kita, konsumen akan tetap menjadikan produk kita sebagai pilihan pertamanya dan bisnis kita akan tetap berjalan lancar dan beranak pinak ke depannya. Nah, untuk itu, kita membutuhkan analisis kompetitor agar produk kita terjaga kualitasnya

1. Identifikasi Produk

Yang pertama kita lakukan untuk melakukan analisis competitor adalah dengan mengidentifikasi produknya dari segala sisi, mulai dari tampilan produk, kemasan, plating atau cara penyajian, harga, promo yang mereka lakukan, hingga kelengkapannya. Karena seperti pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang, jadi kenalilah produk lain agar produkmu semakin disayang orang.

2. Penggunaan Media Sosial

Di zaman ini, orang menggunakan sosial media sebagai sarana sumber informasi utama karena sifat penggunaannya yang fleksibel, mudah diakses, dan banyak inovasi. Maka, penting untuk kita yang memiliki bisnis untuk memantau media sosial milik pesaing bisnis kita dan memperhatikan cara mereka melakukan promosi dalam akun mereka, apa strategi yang mereka gunakan, apakah mereka menjaring cukup peminat dari postingan mereka di media sosial atau tidak. Hal-hal ini akan menjadi nilai plus yang bisa kita gunakan sebagai strategi marketing di media sosial.

3. Pantau promo dari pesaing bisnis

Menyambung dengan poin kedua yaitu “Penggunaan Media Sosial”, kita harus selalu update promo apa saja yang sedang digunakan oleh pesaing  bisnis kita. Poin-poin yang bisa kita garis bawahi, misalnya adalah:

Jenis promo yang dipromosikan kepada para konsumen
Tools yang digunakan pesaing sebagai media promosi, misal dari sosial media, radio, membagikan flyer, dll.
Penggunaan influencer dalam mempromosikan promo dan produk mereka. Karena tidak bisa kita pungkiri, influencer bisa membawa pengaruh banyak terhadap produk yang kita promokan, sama halnya seperti artis yang mengiklankan suatu produk di TV.
Engagement atau keterlibatan langsung para audiens terhadap promo mereka di media sosial.

4. Melakukan analisa SWOT

Jika kita sudah mendapatkan point penting dari hal-hal yang sudah kita sebutkan di atas, kita bisa membuat analisa SWOT yang umum digunakan untuk analisis kompetitor. Berdasarkan Wikipedia, SWOT sendiri adalah “metode analisis perencanaan strategis yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan perusahaan baik lingkungan eksternal dan internal untuk suatu tujuan bisnis tertentu”. SWOT sendiri adalah akronim atau kepanjangan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

Nah agar lebih mudah menganalisisnya, kita bisa mulai dari point-point seperti di bawah ini:

Sebutkan apa saja keunggulan produk kompetitor jika dibandingkan usaha kita (misalkan kualitas produk, design kemasan dan cara penyajian, harga, atau gencarnya promo di media sosial)
Sebutkan keunggulan kompetitor yang tidak kita miliki (misalkan modal yang besar sehingga bisa mengendorse influencer terkemuka)
Sebutkan kelemahan kompetitor
Sebutkan keunggulan yang kita miliki dibandingkan kompetitor (misalkan kemasan lebih ramah lingkungan, cara pembayaran lebih beragam mengikuti perkembangan zaman, dll)
Sebutkan keunggulan kompetitor yang bisa menjadi ancaman bagi produk kita (misalkan promo mereka lebih banyak karena modalnya lebih besa atau cabangnya lebih banyak sehingga lebih bisa dijangkau di segala tempat)
Sebutkan peluang yang bisa membuat produk kita lebih unggul di dalam sektor usaha yang sama dengan kompetitor

5. Buat Tabel SWOT untuk Strategi

Jika kita sudah mengumpulkan data dari point-point SWOT di atas, buatlah tabel dengan data tersebut agar memudahkan kita mengolah datanya. Dari data yang sudah kita kumpulkan tadi, kita jadi bisa menganalisis dan bisa membuat strategi untuk langkah ke depannya agar bisnis yang kita miliki tetap berkualitas dan unggul di kelasnya.