Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan transformasi Sarinah merupakan komitmen BUMN dalam menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick menyebut Jokowi terus menekankan Indonesia mampu membangun ketahanan pariwisata agar menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kinerja sektor pariwisata di Tanah Air.

“Hari ini adalah tonggak dan guratan sejarah pembaruan bagi Sarinah. Sejak soft launch pada Maret lalu, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kami menerima laporan rata-rata Sarinah dikunjungi 40.000 orang setiap hari dan bahkan pada akhir pekan bisa lebih,” ujar Erick saat peresmian transformasi Sarinah di Sarinah. Di hadapan Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Erick memperkenalkan sejumlah pelaku usaha lokal yang telah mengisi Sarinah, seperti usaha sepatu batik dengan merek Sebatik, minuman jamu dengan merek Suwe Ora Jamu, fashion wastra nusantara dengan merek Nyonya Punya, dan kerajinan merek cawang Art. “Ini sebagian kecil dari 500 UMKM yang sudah bergabung di Sarinah, kita tak berpuas diri dan terus dorong Sarinah-Sarinah mini di bandara sebagai jendela produk lokal kita.

Erick mengatakan kehadiran Sarinah mini di bandara merupakan wujud komitmen BUMN untuk lebih banyak memfasilitasi para pelaku UMKM agar naik kelas. Dengan kurasi ketat, Erick ingin memberi bukti bahwa produk lokal mempunyai kualitas yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Saya yakin UMKM kita ke depan dapat go global tetapi harus menguasai pasar lokal dulu, baru keluar negeri. Oleh karena itu, mohon bapak presiden berkenan agar Sarinah dijadikan destinasi untuk para tamu negara bisa berkunjung ke sini. Insyaalah 17 Juli nanti, managing director IMF akan buat acara di sini,” ucap Erick.

Erick menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap wajah baru Sarinah tak tidak terlepas dari strategi Sarinah yang menyediakan ruang terbuka, seperti Anjungan Sarinah yang menyuguhkan pagelaran seni musik atau performing arts dan distrik seni yang menyediakan satu lantai untuk pagelaran dan karya seni kreasi komunitas berbakat dan kurator unggul Indonesia. “Alhamdulillah Sarinah kini menjadi trendi dan digemari kaum muda dan generasi masa depan dan mulai mendapat kunjungan wisatawan asing.

Erick menilai esensi transformasi Sarinah lambat laun mulai nampak yaitu dari sekedar department store menjadi Community Mall yang menyuburkan kreasi komunitas dan memanen hasil maksimal dari inovasi mereka. Sarinah kini menjadi ruang-ruang belanja, karya, sosial, budaya, maya dan gaya. Kementerian BUMN, lanjut Erick, telah berhasil mengintegrasikan dan mensinergikan klaster jasa pariwisata dan pendukung. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) menjadi pimpinan BUMN klaster dengan lima anggota yakni PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, dan PT Sarinah.

Erick menceritakan perubahan besar-besaran pada Sarinah sudah dimulai sejak ia baru menjabat sebagai Menteri BUMN pada November 2019. Meski belum genap sebulan memimpin, Erick bertekad mengubah dan memunculkan potensi Sarinah. “Saya tegaskan keberpihakan kepada ekonomi rakyat dengan semangat berdikari adalah esensi dari kewirausahaan. Oleh karena itu, kita sangat bersyukur semangat dan sense of purpose ini masih eksis hingga kini dan kami harap transformasi bisnis dan brand Sarinah termasuk pemugaran gedung Sarinah ini menjadi dapat melestarikan semangat dan sense of purpose ini.