Belanja Online Makin Dilirik : Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif. Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital.

Untuk itu, siberkreasi telah menyelenggarakan kegiatan webinar untuk kelompok masyarakat / komunitas di wilayah Sumatra dengan tema “KONSEP BISNIS DIGITAL: PEMASARAN BERBASIS E-COMMERCE ADS”

Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.300 orang, menghadirkan narasumber Rezha Sahhilny Amran, Praktisi Komunikasi dan Kehumasan serta Praktisi Literasi Digital; Sukma Nur Jagat, Relawan Mafindo Jakarta & Praktisi Literasi Digital; serta Aji Kresno, Ketua Program Studi Pemasaran Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital, sebagai narasumber.Belanja Online Makin Dilirik

Dalam webinar tersebut, Rezha Sahhilny Amran membahas mengenai konsep pemasaran menggunakan e-commerce ads di tinjau dari perspektif cakap digital.

“Semakin hari masyarakat kita semakin terbiasa dalam melakukan aktivitas transaksi secara digital. Hal ini dapat di buktikan dengan banyaknya gerai toko fisik yang mulai tutup. Dan beralih ke gerai toko digital seperti tokopedia, shopee, bukalapak dan lainnya.

Empat strategi yang dapat dilakukan oleh penjual untuk memaksimalkan potensi berjualan melalui e-commerce ads:

Pertama, tentukan target market yang ingin kita sasar sebagai pelanggan potensial.

Kedua, tentukan harga yang tepat.

Ketiga, jangan hanya ada di satu e-commerce untuk meningkatkan peluang pembelian.

Terakhir, selalu berikan respon yang cepat dan bangun kredibilitas”, papar Rezha Sahhilny Amran.

Sukma Nur Jagat memperkaya pembahasan mengenai konsep pemasaran menggunakan ecommerce ads di tinjau dari perspektif etis digital.

“Lima netiket untuk membuat e-commerce ads:

Pertama, selalu jujur dalam mendeskripsikan informasi mengenai produk yang di jual.

Kedua, selalu berusaha membalas calon pembeli yang bertanya atau memberi komen dengan sopan.

Ketiga, melakukan unggahan dengan kata-kata sopan dan tidak mengandung SARA.

Ke empat, tidak memaksakan pembeli untuk memberi umpan balik yang baik.

Terakhir, bila barang yang sudah di bayarkan tidak ada makan sebaiknya menginformasikan kepada pembeli dengan mengembalikan dana yang telah kita terima”, ujar Sukma Nur Jagat.

Aji Kresno melengkapi pembahasan mengenai pemasaran menggunakan e-commerce ads  di tinjau dari perspektif pilar aman digital.

“Saat ini penipuan di gital di laporkan banyak terjadi karena semakin masifnya aktivitas belanja dan bertransaksi secara daring. Tiga tips aman dan nyaman melakukan pemasaran menggunakan e-commerce ads: Pertama, tidak melakukan transaksi di luar e-commerce. Kedua, jangan berikan kode OTP ke orang lain. Terakhir, selalu konfirmasi dan cek jika mendapatkan konfirmasi pembayaran”, papar Aji Kresno.