Bisnis Menarik Dari Booth Nan Estetik : Ide dan jalan untuk berbisnis, dapat datang dari mana saja. Mulai dari hal yang telah di tekuni sejak lama tapi baru di sadari bisa menghasilkan cuan, hingga sesuatu kebetulan.

Kedua hal itulah yang nyatanya justru di alami Varrell Aqmar F Kuhn. Hobinya menggambar dan faktor kebetulan membuat dirinya memutuskan untuk berbisnis booth kontainer. Faktor positif lainnya, dia juga sudah sejak lama menggemari bidang konstruksi.

Ketertarikannya pada dunia gambar dan di bidang konstruksi, sejatinya bertolak belakang dengan jalur akademik yang di ambilnya. Pria berumur 24 tahun ini di ketahui menempuh jurusan Pertanian di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Bisa di bilang, ide bisnis memproduksi booth kontainer berjalan secara kebetulan. “Akhirnya pas buat (kontainer booth .red), di jadikan pemasukan akhirnya malah nyemplung di bidang ini, sih,” ucapnya saat berbincang dengan Validnews di Jakarta, Kamis (1/9).

Saat itu, pada 2018 Varrell sempat ingin mencoba berbisnis ayam geprek. Maklum, kala itu, salah satu usaha kuliner ini tengah naik daun.

Namun dia kesulitan mendapatkan lokasi yang tepat untuk berjualan, padahal booth ala kontainer rancangannya sudah rampung di buat.

Ayam Geprek

Gagal berjualan ayam geprek, booth yang sedianya di gunakan untuk berjualan pun jadi ‘menganggur’. Akhirnya dia meletakkannya di depan rumahnya dan memasang tulisan “di jual” di booth kontainer yang belum sempat terpakai tersebut. Dia juga menawarkannya di marketplace

Gayung bersambut. Ada seseorang yang tertarik dan ingin melihatnya lebih detail. Namun, bukan kontainer booth itu yang akhirnya di beli. Sang calon pembeli malah meminta untuk dibuatkan kontainer booth custom sesuai keinginannya.

“Saat dia (calon pembeli .red) bilang mau tapi modelnya mau beda. Dari situ, waktu dia bilang gitu, aku bilang ya sudah deh berarti ini jalannya buat produksi. Akhirnya di situlah aku tertantang, mungkin jalannya di sini. Kebetulan bisa ngelas juga, jadi sekalian,” ucap Varrell.

Pada awal berbisnis produksi kontainer booth ini, Varrell mengaku memiliki beberapa tantangan. Tantangan yang paling di ingatnya adalah soal pemasaran. Saat itu, dia mengaku masih sangat awam dengan yang namanya pemasaran produk.

Dia pun mencoba mengoptimalkan media sosial Instagram untuk pemasarannya. Di samping dapat mengunggah hasil karyanya secara rapi, Instagram juga di anggapnya sebagai media sosial yang paling bisa di percaya pelanggan.

“Kata teman, kenapa enggak buat Instagram saja. Waktu itu awal ngerintis di @hobingelasjkt, yang booth container ini yang 2nd account-nya. Akhirnya kami buat Instagram, kami foto-foto,” jelasnya.

Pemasaran Gerilya

Dia juga mengajak teman-temannya untuk memasarkan kontainer booth bikinannya. Teman-temannya tinggal memfoto dan memasarkan produk. Mereka juga di persilakan untuk membuat Instagram sendiri untuk pemasaran. Nantinya, jika mereka mendapatkan orderan, pesanan akan di buat oleh Varrell di workshop.

“Untuk produksi di sini, mereka hanya nge-post foto. Dan yang marketing itu kebanyakan dari teman-teman sekolah, aku ajakin. Kebantu dari situ juga sih,” ujarnya.

Saat ini, ada empat temannya yang membantu pemasaran. Tidak hanya mempersilakan temannya untuk memasarkan produk, Varrell juga membantu mereka untuk membuatkan caption agar produk yang di-posting dapat menarik pelanggan.

Langkah ini mendapatkan feedback positif dari para temannya. Di samping tidak terikat, skema seperti ini tidak mengganggu pekerjaan tetap teman-temannya. Dengan kata lain, teman-temannya seperti mendapat penghasilan tambahan.

Selain pemasaran lewat teman-temannya, Varrell juga memanfaatkan platform media sosial Tiktok sebagai media pemasaran baru. Dia mengaku, penggunaan marketplace justru jarang di gunakan.

Menurutnya, penggunaan media sosial sebagai media pemasaran lebih efektif daripada marketplace. Sebab, pelanggan bisa melihat contoh produk yang sudah di buat. Selain itu, pelanggan juga bisa melihat bagaimana proses produksi di lakukan. Hal ini yang akan membuat pelanggan lebih percaya untuk memesan produk.

Kontainer booth dapat dipesan dari harga Rp2,5 juta dengan model booth portable. Varrell juga pernah mengerjakan pesanan kontainter booth dengan harga Rp80 juta.

Bahan baku utama yang digunakan untuk kontainer booth adalah besi hollow. Sementara untuk dinding, bisa menggunakan spandek atau bondek. Sisanya, bisa digunakan aksesoris lain sesuai permintaan pelanggan. Untuk proses sendiri, Varrell dibantu empat pekerja di workshop-nya.