Ekspor itu Mudah” merupakan slogan yang terus digaungkan Bea Cukai dalam mendukung kinerja industri dalam negeri. Kemudahan tersebut diwujudkan dalam berbagai fasilitas kepabeanan yang diberikan, seperti fasilitas fiskal dan fasilitas prosedural. Melalui fasilitas ini, Bea Cukai berkomitmen untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju pasar global.

“UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan karena adanya penyerapan tenaga kerja, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil karena mampu mengembangkan masyarakat daerah untuk memperoleh penghidupan yang layak, dan memberikan pemasukan devisa bagi negara melalui pangsa pasar nasional maupun internasional,” ungkap Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.

Hatta mengungkapkan bahwa pangsa internasional inilah yang dituju oleh Bea Cukai untuk mengembangkan UMKM, seperti halnya yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Gresik. Keberhasilan Bea Cukai Gresik mengembangkan UMKM di Kabupaten Gresik menuju pasar global menjadi cambuk semangat bagi kantor Bea Cukai lainnya dalam mengembangkan UMKM di daerah. Oleh karena itu, pada Minggu (03/07), Bea Cukai Gresik menjembatani kegiatan kunjungan para pengusaha asal Jepang bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo ke Desa Wisata Rotan Trangsan, Kabupaten Sukaharjo, dengan turut menggandeng Bea Cukai Surakarta.

Selain itu, kunjungan Atase Keuangan KBRI Tokyo juga bertujuan untuk melaksanakan penandatanganan kontrak bersama dengan Koperasi Kriya Giri Sejahtera binaan kolaborasi Bea Cukai Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik, pada Sabtu (02/07). Selain penandatanganan kontrak, dalam kunjungan kali ini juga dilaksanakan negosiasi atas rencana pembelian sebelas kontainer produk kayu dari Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Bea Cukai Probolinggo bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pengusaha UMKM potensial di Kabupaten Probolinggo yaitu CV Dua Putri Sholehah, pada Rabu (22/06). CV Dua Putri Sholehah merupakan pengusaha UMKM dengan hasil produksi bawang goreng. Bawang merah sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Probolinggo yang telah dibudidayakan secara luas di berbagai wilayah dan diyakini memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar ekspor.

Hal serupa dijalankan oleh Bea Cukai Batam dengan mengunjungi rumah produksi UMKM Iluh Craft yang berlokasi di Komplek Perumahan Tiban Indah, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin (04/07). Iluh Craft sendiri merupakan salah satu UMKM yang bergerak pada kerajinan tangan rajutan yang telah berdiri sejak tahun 2017. Produk yang dihasilkan antara lain topi, tas, sepatu, baju, serta pernak-pernik rajutan lainnya. Penjualan produk Iluh Craft pun telah sampai ke pasar mancanegara, yaitu Singapura.

“Kedatangan kami ke Iluh Craft ini untuk memberikan asistensi pemahaman aturan kepabeanan terkait ekspor dan pemasukan barang ke Batam dan juga bantuan untuk lebih mengenalkan produk Iluh Craft melalui media sosial yang kami miliki,” ucap Sabaruddin Rahmat Pasaribu, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Bea Cukai Batam.

Dukungan terhadap UMKM merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. “Pemberdayaan UMKM diyakini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Bea Cukai pun menilai bahwa asistensi dengan kunjungan langsung ke pelaku UMKM dinilai efektif mengembangkan industri UMKM hingga pasar internasional. Oleh karena itu, dengan slogan “Ekspor itu Mudah”, Bea Cukai meyakinkan pelaku usaha untuk tidak ragu mengembangkan produk untuk ekspor,” tutup Hatta.