Sumber yang kredibel dan akurat menjadi acuan untuk dapat memberikan konten berbobot, sehingga bermanfaat untuk masyarakat. Menjelajahi fakta juga menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah informasi tersebut benar adanya atau tidak.

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Indonesia Digital Association (IDA) bersama  MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dan didukung oleh platform periklanan MGID, belum lama ini, menyimpulkan perlunya kita menghindari kesalahpahaman dari isi konten yang telah dibuat untuk publik.

Project Officer Program Media & Pemeriksa Fakta MAFINDO, menjadi tantangan dari dahulu dan sekarang adalah etika periklanan khususnya di media digital.

Ia juga menjelaskan bagaimana caranya agar kita tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) atau kekacauan informasi dalam bentuk apapun, yang dapat merugikan orang lain.

“Sedikit rekomendasi dari saya, kuncinya adalah meningkatkan literasi media,” tips untuk mengurangi hoaks agar tidak tersebar luas.

Ia menyebut melihat 10 negara dengan tingkat kepercayaan terhadap media, Indonesia berada di peringkat kedua.

“Artinya kondisi hari ini kepercayaan terhadap media itu terus meningkat atas usaha dari teman-teman yang berkecimpung dalam ekosistem media, meskipun begitu, ada tantangan-tantangan seperti hoaks yang berkaitan dengan iklan,” ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut, kekacauan informasi terdiri dari tiga jenis yaitu misinformasi, disinformasi, dan mal informasi. Misinformasi adalah penyebaran informasi yang tidak diketahui kebenaran isinya.

Kemudian disinformasi adalah penyebar yang mengetahui bahwa informasi itu keliru namun tetap disebarkan. Sedangkan untuk mal-informasi yaitu penyebaran informasi yang digunakan untuk menjatuhkan seseorang atau sebuah pihak.

Situasi kepercayaan publik kepada media informasi sedang dipertaruhkan, karena bangunan ekosistem informasi bisa rubuh jika masyarakat tidak percaya lagi kepada media yang menyiarkan media berbasis jurnalistik.

“Kalau publisher memuat konten misleading news, sebetulnya ranahnya sudah clear. Dia bisa diadukan ke dewan pers, kemudian harus mencabut pemberitaan itu, mengoreksi, meminta maaf, dan harus membersihkan konten news dari misinformasi tersebut,” papar Wahyu.

“Jadi, alur penyelesaiannya, solusinya jelas. Jika ada media yang secara keliru menyiarkan misinformasi, maka jalurnya adalah ke dewan pers,” sambungnya.

Dalam iklan, tampaknya belum ada kesepahaman mengenai hal tersebut, dimana banyak konten iklan yang mengelabui publik. Berbeda dengan pemberitaan, ranah untuk mengadili kendala tersebut bisa langsung diatur oleh Dewan Pers.

“Sementara kalau di iklan, ini merupakan sebuah wilayah yang abu-abu, jadi menggelitik kami, bagaimana sebenarnya aturannya?,”  MGID juga turut memaparkan bagaimana kualitas iklan yang baik untuk disampaikan kepada publik.

“Iklan yang ada di low quality content environment mempunyai konsekuensi yang cukup perlu diperhatikan. Di Indonesia, sebanyak 90 persen konsumen merasa terganggu saat ada brand yang muncul bersebelahan dengan low quality content,” katanya.

Native Ads memiliki pertumbuhan yang signifikan selama 5 tahun terakhir di Indonesia karena lebih baik daripada standar SBM dan digunakan terus menerus untuk mempromosikan iklan.

Untuk menghasilkan konten iklan yang berkualitas, maka media harus bisa menganalisa suatu konten dengan seksama.

Fungsi logaritma adalah fungsi yang mengandung konsep logaritma dan merupakan kebalikan dari fungsi eksponensial. Fungsi logaritma dapat digambarkan dalam sistem koordinat kartesian. Berikut adalah sifat-sifat grafik logaritma! Grafiknya berbentuk garis lengkung Fungsi logaritma merupakan suatu fungsi kontinu karena nilainya tidak diskrit. Hal tersebut membuat fungsi logarima selalu memiliki nilai berapapun inputnya, sehingga membentuk grafik berupa garis melengkung. Selain hal itu, fungsi logaritma juga merupakan fungsi injektif. Artinya, setiap input pada domain akan menghasilkan nilai yang berbeda pada range. Hal tersebut membuat perubahan input menghasilkan perubahan range dan membentuk grafik garis melengkung. Baca juga: Fungsi Logaritma: Pengertian, Bentuk Umum, dan Sifat-sifatnya Nilai di sumbu x selalui positif Domain dan range grafik logaritma akan selalu berupa bilangan real. Dilansir dari Lumen Learning, domain dari fungsi logaritma hanya terdiri dari bilangan real positif. Artinya, domain grafik fungsi kuadrat memiliki jangkauan nol sampai dengan positif tak hingga.

Sedangkan, range fungsi logaritma dapat berupa bilangan real negatif dan positif. Artinya, range grafik fungsi kuadrat memiliki jangkauan minus tak hingga sampai positif tak hingga. Tidak pernah memotong sumbu y Domain fungsi logaritma yang selalu bilangan real positif, artinya nilai pada sumbu x grafiknya tidak pernah negatif. Grafik fungsi logaritma akan selalu memiliki nilai x positif, tidak peduli bagaimanapun bentuk fungsinya. Nilai x tidak pernah negatif membuat grafik fungsi logaritma tidak pernah memotong sumbu y. grafik mungkin mendekati atau berawal di dekat sumbu y, namun tidak pernah benar-benar memotong sumbu y. Baca juga: Sifat-sifat Grafik Fungsi Eksponensial Memiliki asimtot tegak Dilansir dari Mathematics LibreTexts, grafik fungsi logaritma memiliki asimtot tegak atau vertikal x = 0. Hal tersebut dikarenakan grafiknya mendekati sumbu y tanpa pernah memotongnya. Sehingga, asimtot grafik fungsi kuadrat sama dengan sumbu y-nya. Selalu melalui titik x = 1 Dilansir dari Math is Fun, grafik fungsi logaritma akan selalu melalui titik x = 1 (x, a). Hal tersebut karena log dengan basis 1 akan selalu menghasilkan nilai 1. Arah grafik ditentukan oleh nilai a Grafik fungsi logaritma dapat berupa garis lengkung menanjak ataupun menurun. Arah tersebut ditentukan oleh nilai a yang merupakan basis logaritmanya.

Logaritma: Pengertian dan Sifat-sifatnya Grafik fungsi logaritma menurun (0 > a > 1) Jika nilai basisnya berada di antara 0 dan 1, maka grafik fungsi logaritmanya akan menurun. Artinya, makin besar nilai x-nya maka akan makin kecil nilai y nya. Fungsi logaritma ini akan terus menurun menuju minus tak hingga. Grafik fungsi logaritma menanjak (a > 1) Jika nilai basisnya lebih besar dari 1, maka grafik fungsi logaritmanya akan menanjak. Artinya, makin besar nilai x-nya maka akan makin besar juga nilai y nya. Fungsi logaritma ini akan terus menanjak menuju tak hingga.

Hampir setiap aspek kehidupan kita menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK membantu menghemat waktu dan menghemat biaya. Kendati demikian, TIK juga memiliki kekurangan dan dampak negatif yang tidak bisa diabaikan begitu saja. MengutipTurboFuture, berikut ini dampak negatif dari penggunaan TIK. Keamanan data Teknologi informasi dan komunikasi bekerja dengan menghimpun sejumlah besar data dan menyimpannya dalam satu tempat. Ini bisa berupa informasi pribadi mengenai individu atau organisasi. Keamanan data menjadi isu penting dalam beberapa tahun terakhir. Jika ceroboh, informasi pribadi bisa jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Contohnya, kebocoran data 279 Juta WNI dari sistem BPJS Kesehatan. Baca juga: Keuntungan dari Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Data pribadi bisa diperdagangkan untuk keuntungan pihak-pihak tertentu, misalnya untuk marketing iklan. Jangan pernah berikan data pribadi, apalagi ke situs atau aplikasi yang tidak terpercaya. Kehidupan sosial TIK turut mengatur cara kita bersosialisasi dan berkomunikasi. Semenjak adanya TIK, kita lebih sering bersosialisasi melalui perangkat digital daripada melalui kehidupan nyata.

Di satu sisi, kita menjadi lebih mudah terhubung. Di sisi lain, kualitas hubungan berkurang karena kita menjadi lebih sibuk dengan perangkat masing-masing. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kontak fisik di kehidupan nyata dapat menyebabkan depresi dan penyakit mental lainnya. Ilustrasi ancaman kejahatan siber Lihat Foto Ilustrasi ancaman kejahatan siber() Ketentuan hak cipta TIK membuat kita jadi sangat mudah untuk mendapatkan konten dalam jenis apa pun, begitu juga untuk menyalin dan mereproduksinya tanpa izin. Halaman Selanjutnya Undang-undang hak cipta pun semakin.

Undang-undang hak cipta pun semakin sulit untuk ditegakkan, karena terlalu banyak orang yang menyebarkan karya orang lainnya dengan bebas. Jika ingin membuat konten untuk ditayangkan ke publik apalagi untuk kebutuhan komersial, pastikan tidak ada pelanggaran hak cipta. Gunakan sumber-sumber legal dan pastikan untuk memberi kredit pemilik konten asli. Kecanduan Media sosial, game komputer, dan aplikasi ponsel dapat membuat kita ketagihan. Media sosial dengan fitur scroll tanpa batasnya bisa membuat kita lupa waktu. Baca juga: Mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sesuatu bisa disebut kecanduan apabila mengganggu aspek hidup kita yang lain.

Misalnya menjadi terlambat sekolah karena kesiangan akibat tidur larut malam bermain Instagram. Sebenarnya boleh-boleh saja untuk menggunakan keduanya asal kita tetap tahu waktu dan jangan sampai kegiatan tersebut membuat kita kecanduan. Kejahatan siber Internet tak mengenal batas ruang dan waktu. Penggunanya pun tak perlu menunjukkan diri maupun identitas aslinya. Dari sisi kejahatan, internet menghadirkan kesempatan yang amat luas bagi orang-orang yang ingin melakukan kejahatan.

Contohnya saja, pengedar narkoba dan pelaku pornografi anak yang menggunakan dark web untuk berdagang, bertukar foto, video, dan informasi terlarang lainnya. Begitu pula dengan penipuan kartu kredit, pemerasan lewat virus, dan banyak kejahatan lainnya.