Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo membangun sistem franchise untuk pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU). Darmawan menginginkan keberadaan SPKLU seperti jamur yakni tersedia di banyak tempat tidak hanya kota-kota besar.

“Kami membangun sistem franchise. dimana SPKLU ini akan tumbuh seperti jamur,”

Dalam menambah jumlah SPKLU di seluruh negeri, PLN bekerja sama dengan perbankan khususnya perbankan pelat merah, kedai kopi, perkantoran, hotel, hingga pusat perbelanjaan atau mal. Darmawan melihat di masa depan keberadaan SPKLU sangat penting karena adanya pergeseran jenis transportasi, dari berbahan bakar minyak menjadi bahan bakar listrik. Penggunaan listrik dalam sektor transportasi pun diklaimnya lebih banyak manfaat ketimbang bahan bakar minyak, seperti biaya dan kadar emisi.

“Kedepannya tentu saja pergeseran transportasi yang berbasis pada bahan bakar minyak, yang impor yang mahal, dengan emsi yang jauh lebih tinggi digantikan dengan transportasi yang berbasis listrik, yang berbasis pada energi domestik, yang lebih murah, yang berlimpah, yang jauh lebih bersih,” tuturnya. Seperti diketahui, hingga Februari 2022, total SPKLU secara nasional tercatat sebanyak 267 unit yang tersebar di 195 lokasi. Sebanyak 120 unit tersebar di 92 lokasi.

PLN Gandeng Hyundai Kefico Produksi 100 Unit Motor Listrik

menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Kefico and Consortiums guna memperkuat fondasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), khususnya kendaraan listrik roda dua. Keduanya sepakat untuk merancang model bisnis yang tepat untuk mengakselerasi ketersediaan infrastruktur dan komponen kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi PLN. Apalagi Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan agar Indonesia bisa menjadi pemain utama kendaraan listrik di dunia.

“Presiden sudah mengamanatkan kepada kami untuk bisa beralih dari kendaraan yang tadinya berbasis impor dan kotor menjadi kendaraan berbasis listrik. Dengan masifnya pemakaian kendaraan listrik bisa mengurangi beban impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga dapat memperbaiki neraca perdagangan kita,” ujar Darmawan dalam Kick Off Ceremony dan Showcase Exhibition di Auditorium Kantor Pusat PLN, Selasa, 19 Juli 2022.

Dia memastikan rancangan strategi yang telah disepakati dengan Hyundai Kefico and Consortiums akan segera dieksekusi. Kerja sama ini diyakini akan menguntungkan kedua belah pihak. Dengan penggunaan kendaraan listrik bisa mengurangi setengah emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan kendaraan berbasis BBM,” ujar Darmawan. Ia merinci, target awal dari kerjasama ini adalah memproduksi 100 unit sepeda motor listrik. Ditambah 1.000 motor listrik hasil konversi dari motor BBM. Rencananya, proyek ini akan berlangsung selama 14 bulan ke depan.

Menurut Darmawan, dengan adanya kendaraan listrik yang akan dibuat oleh PLN dan Hyundai Kefico and Consortiums akses masyarakat memperoleh motor listrik bisa lebih mudah. Hingga Juni 2022, tercatat lebih dari 139 unit SPKLU sudah tersedia pada 110 lokasi di 48 kota di Indonesia. Adapun rencana penambahan sampai akhir 2022 adalah sejumlah 110 unit dengan ekosistem yang terbentang membentuk peta jalan nasional di seluruh Indonesia.

“Ini juga sebagai bukti nyata bagi dunia bahwa Indonesia sudah bergerak cepat dalam transisi energi. Khususnya beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil menjadi berbahan bakar listrik. Dari energi mahal berbasis impor ke yang murah berbasis domestik dan ramah lingkungan,” tutur Darmawan. Vice President and CTO Hyundai Kefico Park Seong Min menyatakan keyakinannya atas proyek masa depan ini. Pihaknya telah mengembangkan mesin penggerak kendaraan listrik yang berkualitas tinggi untuk mendukung program konversi motor berbahan bakar fosil ke listrik. “Dalam kerja sama ini Hyundai bertekad untuk menyediakan suku cadang terbaik dan terjangkau oleh masyarakat Indonesia,