Praktik Pengelolaan Sampah : Kampung Karya Jadi, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, 20 Agustus 2022- Limbah merupakan benda yang telah di buang. Limbah merupakan bentuk perlakuan orang-orang dan alam yang sudah tidak di pakai lagi karena unsur kegunaan telah di hilangkan. Orang yang berkegiatan  sehari-hari pasti menghasilkan limbah(Brigitta Runganetta, Firston Mia, Rakha Wijdan Pradana, 2021)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa limbah hasil dari aktivitas manusia, tidak terjadi secara alami, dan tidak di gunakan, menjijikkan, atau di buang (Brigitta Runganetta, Firston Mia, Rakha Wijdan Pradana, 2021).

Menurut (Rizal,2011), meningkatkan kesadaran masyarakat tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Untuk itu diperlukan kerjasama semua pemangku kepentingan, baik warga setempat, kepemerintahan maupun pihak ketiga yang mendukung. Perlu waktu yang lama untuk menumbuhkan kesadaran itu. Diperlukan juga  contoh yang baik dan koherensi dari para pembuat kebijakan di bidang-bidang terkait. Pelaksanaan sosialisasi langsung terkait pengelolaan limbah dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah

Di kutip dari Dinas Lingkungan Hidup — Limbah organik adalah limbah yang di hasilkan tumbuhan dan hewan, secara alami dan mudah terurai tanpa melibatkan orang lain. Limbah anorganik adalah limbah yang sudah tidak di gunakan lagi dan susah terurai. Limbah anorganik yang terkubur di tanah tergolong zat yang persisten dan dapat memberikan dampak rusaknya tanah karena limbah tersebut tetap terkubur di tanah dalam waktu yang sangat lama.

Berdasarkan hal itu saya mencoba memberikan solusi dengan melaksanakan kegiatan edukasi dan praktek pengelolaan sampah dalam bentuk sosialisasi, di awali dengan pengenalan dan membagikan brosur tentang sampah, dan di lanjutkan memaparkan materi tentang cara pengelolaan sampah.

Kampung Karya Jadi, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, 20 Agustus 2022- Limbah merupakan benda yang telah di buang. Limbah merupakan bentuk perlakuan orang-orang dan alam yang sudah tidak di pakai lagi karena unsur kegunaan telah di hilangkan. Orang yang berkegiatan  sehari-hari pasti menghasilkan limbah(Brigitta Runganetta, Firston Mia, Rakha Wijdan Pradana, 2021)

Organisasi Kesehatan Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa limbah hasil dari aktivitas manusia, tidak terjadi secara alami, dan tidak di gunakan, menjijikkan, atau di buang (Brigitta Runganetta, Firston Mia, Rakha Wijdan Pradana, 2021).

Menurut (Rizal,2011), meningkatkan kesadaran masyarakat tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Untuk itu di perlukan kerjasama semua pemangku kepentingan, baik warga setempat, kepemerintahan maupun pihak ketiga yang mendukung. Perlu waktu yang lama untuk menumbuhkan kesadaran itu. Di perlukan juga  contoh yang baik dan koherensi dari para pembuat kebijakan di bidang-bidang terkait. Pelaksanaan sosialisasi langsung terkait pengelolaan limbah dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah

Di kutip dari Dinas Lingkungan Hidup — Limbah organik adalah limbah yang di hasilkan tumbuhan dan hewan, secara alami dan mudah terurai tanpa melibatkan orang lain. Limbah anorganik adalah limbah yang sudah tidak di gunakan lagi dan susah terurai. Limbah anorganik yang terkubur di tanah tergolong zat yang persisten dan dapat memberikan dampak rusaknya tanah karena limbah tersebut tetap terkubur di tanah dalam waktu yang sangat lama.

Praktik Pengelolaan Sampah : Berdasarkan hal itu saya mencoba memberikan solusi. Dengan melaksanakan kegiatan edukasi dan praktek pengelolaan sampah dalam bentuk sosialisasi. Di awali dengan pengenalan dan membagikan brosur tentang sampah, dan di lanjutkan memaparkan materi tentang cara pengelolaan sampah.