Grup Djarum PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) melalui anak usahanya PT BIT Teknologi Nusantara (BIT) dan Iforte Solusi Infotek (Iforte) akan membeli aset fiber optik milik PT Alita Praya Mitra. Corporate Secretary Sarana Menara Nusantara Monalisa Irawan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, TOWR melakukan penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli aset fiber optik antara BIT sebagai pembeli, dan Alita sebagai penjual. Sementara itu, penandatanganan perjanjian jaminan perusahaan dilakukan oleh Iforte, untuk menjamin pelaksanaan kewajiban BIT berdasarkan pengikatan jual beli.

Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli, BIT akan membeli aset fiber optik milik Ailita dengan nilai transaksi Rp801 miliar, tunduk pada penyesuaian berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli, Dia melanjutkan, TOWR berharap penyelesaian transaksi ini dapat terjadi pada bulan depan, yaitu September. TOWR juga memastikan, transaksi bukan merupakan transaksi benturan kepentingan bagi TOWR sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (POJK 42) dan bukan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Sebagai informasi, BIT merupakan anak usaha dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), setelah Protelindo menyelesaikan pengambilalihan PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR). BIT Teknologi bergerak pada usaha perdagangan besar peralatan telekomunikasi, internet service provider, jasa sistem komunikasi data, aktivitas telekomunikasi dengan kabel, dan lain-lain. Sementara itu, Alita merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fiber optik, yang telah melayani lebih dari 2.857 desa di 63 kota di Indonesia. Alita memiliki fiber optik sepanjang 7.759 km yang tersebar di 63 kota dan kabupaten seluruh Indonesia.