Infeksi IMS singkatnya, infeksi menular seksual adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual, seperti hubungan seksual, alat kelamin, dubur, hingga mulut.
Selain kontak seksual yang disebutkan di atas, penyakit kelamin menular melalui apa? Menyadur dari laman Mayo Clinic, IMS dapat juga menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seseorang, seperti darah, cairan vagina, hingga air mani. Risiko tertular IMS akan semakin tinggi ketika seseorang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Gejala infeksi Menular Seksual

Apa penyebab infeksi menular seksual? Menurut Medline Plus, infeksi menular seksual disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyebar melalui cairan tubuh, seperti:
  • Treponema pallidum (sifilis)
  • Niesseria gonorrhoeae (gonore)
  • Clamida trachomatis (klamidia)
  • Human papilomavirus (kutil kelamin)
  • Human immunodeficiency virus (HIV)
Umumnya, seseorang yang terinfeksi virus-virus tersebut kemungkinan besar akan menunjukkan gejala-gejala penyakit IMS. Menurut jurnal Karakteristik Pasien Infeksi Menular Seksual di RSPTN karya Muh. Farhan, berikut gejala-gejala umum IMS yang terjadi pada perempuan dan laki-laki.
a. Perempuan
  • Cairan tidak normal dari vagina yang berwarna kekuningan, kehijauan, berbau, atau berlendir dan gatal.
  • Sakit pada saat buang air kecil atau burning urination.
  • Perubahan warna kulit terutama di bagian telapak tangan atau kaki, perubahan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh.
  • Tonjolan seperti jengger ayam pada alat kelamin.
  • Sakit pada bagian bawah perut yang muncul dan hilang serta tidak berkaitan dengan menstruasi.
  • Kemerahan di sekitar alat kelamin atau antara kaki.
b. Laki-laki
  • Luka tanpa rasa sakit di sekitar alat kelamin, anus, atau bagian tubuh yang lain.
  • Cairan tidak normal berwarna bening dan berasal dari pembukaan kepala penis.
  • Sakit pada saat buang air kecil.
  • Kemerahan pada sekitar alat kelamin dan di kantong zakar.

Jenis-Jenis Infeksi Menular Seksual

Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2007, ada berbagai jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri. jenis infeksi menular seksual yang menyebabkan peradangan pada penderita adalah:
  • Penyakit kelamin karena bakteri, seperti gonore, sifilis, ulkus mole, vaginos bakterial, dan infeksi genital non-spesifik.
  • Penyakit kelamin karena virus, seperti herpes genetalis, kondiloma akuminata, infeksi HIV, AIDS, hepatitis B, dan moluskulus kontagiosum.
  • Penyakit kelamin karena jamur, seperti kandidiasis genitalis.
  • Penyakit kelamin karena protozoa dan ektoparasit, seperti trikomoniasis, pedikulosis pubis, dan skabies.
Lebih jelas, berikut beberapa penjelasan dari jenis penyakit infeksi menular yang sering terjadi:
1. Gonorhoe
Infeksi ini menyerang selaput lendir ureta pada laki-laki serta leher rahim dan uretra pada perempuan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorhoe.
Pada laki-laki, gejala yang dirasakan yakni gatal dan panas pada saat buang air kecil, keluar cairan atau nanah berwarna kuning, serta ujung penis yang tampak merah dan menonjol keluar.
Sementara itu, pada perempuan, infeksi ini tidak menimbulkan keluhan seperti keluar nanah, dan sebagainya. Namun, terasa gatal disertai nyeri saat buang air kecil.
2. Sifilis
Penyebab dari infeksi ini adalah bakteri Troponema pallidum. Sifilis terjadi dalam empat tahap, yaitu sifilis primer, sekunder, laten dan tersier. Komplikasi yang dapat terjadi akibat kondisi ini adalah:
  • Kerusakan berat pada otak dan jantung
  • Dapat menularkan bayi apabila tengah mengandung
  • Memudahkan penularan HIV
Gejala yang biasanya ditemui, yaitu beberapa area tubuh yang luka sekaligus nyeri tanpa penyebab yang jelas. Selain itu, beberapa penderita sifilis mengalami tanda berupa rambut rontok di beberapa bagian kulit kepala.
3. Herpes genetalis
Dalam buku Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa karangan Kumalasari S, dkk, herpes genetalis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 1 dan 2 dengan masa inkubasi antara 4-7 hati setelah virus berada di dalam tubuh.
Umumnya, bagian tubuh yang paling banyak terinfeksi adalah kepala penis dan preputium (bagian yang disunat), hingga vagina dan serviks. Gejalanya adalah bintil-bintil berair di sekitar kemaluan dan akhirnya meninggalkan luka kerik berkerak yang sulit hilang.

Cara Mengobati Infeksi Menular Seksual

Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2007, ada berbagai jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri. jenis infeksi menular seksual yang menyebabkan peradangan pada penderita adalah:
  • Penyakit kelamin karena bakteri, seperti gonore, sifilis, ulkus mole, vaginos bakterial, dan infeksi genital non-spesifik.
  • Penyakit kelamin karena virus, seperti herpes genetalis, kondiloma akuminata, infeksi HIV, AIDS, hepatitis B, dan moluskulus kontagiosum.
  • Penyakit kelamin karena jamur, seperti kandidiasis genitalis.
  • Penyakit kelamin karena protozoa dan ektoparasit, seperti trikomoniasis, pedikulosis pubis, dan skabies.