Inilah Langkah : Banyak orang yang berkeinginan menjadi pengusaha, bahkan para karyawan pun bermimpi memiliki usaha sendiri. Tetapi tidak sedikit dari mereka merasa bingung harus usaha apa? Nah jika kamu tidak ingin pusing, maka sebagai langkah awal kamu bisa memulai dengan bisnis franchise.

Bisnis franchise atau waralaba ini merupakan salah satu jenis usaha yang saat ini banyak digeluti oleh masyarakat di Indonesia. Waralaba tidak hanya cocok untuk pengusaha, tetapi juga untuk generasi muda yang ingin belajar berbisnis.

Salah satu perusahaan franchise yang terkenal di Indonesia adalah geprek bensu yang sampai saat ini sudah buka dimana-mana. Bahkan banyak perusahaan franchise murah dari makanan atau minuman coklat.

Keuntungan dengan membuka bisnis franchise kamu tidak perlu lagi memikirkan produk, peralatan untuk operasional, promosi, brand, dll, karena dengan ikut bisnis franchise maka kamu cukup kerjasama dan menyediakan tempat, maka seluruhnya akan dipasok oleh perusahaan franchise tersebut.Inilah Langkah

Setelah mempertimbangkan pro dan kontra dari waralaba, sekarang kamu perlu mengetahui tahapan memulai bisnis waralaba. Langkah-langkah memulai bisnis waralaba bisa kamu ikuti beberapa tahapannya diantaranya:

Berikut ini adalah tahapan memulai bisnis waralaba:

1. Pelajari seluk beluk bisnis franchise

Tahap pertama memulai bisnis waralaba adalah menguasai detail bisnis. Itu benar! Sebelum memulai bisnis, kamu perlu mengetahui bisnis apa yang akan digeluti. Jika memungkinkan bisnis franchise yang akan kamu geluti sesuai dengan passion kamu.

Kamu bisa mulai mempelajarinya dari berbagai sumber. Apalagi di zaman yang serba canggih ini, kamu bisa mulai mempelajarinya dengan mencari informasi dari internet, grup, atau komunitas, bahkan dari video youtube.

Jika menginginkan sumber yang lebih terpercaya, kamu dapat membeli buku dari toko buku atau merek lain yang sesuai dengan topik bisnis.

Hal-hal yang harus dipelajari sebelum memulai bisnis adalah istilah bisnis, pro dan kontra bisnis, tips dan trik, cara menjalankan bisnis yang ingin dijalankan dengan baik, berapa banyak modal yang harus keluarkan, pengalaman orang lain tentang apa yang berhasil dan apa yang gagal.

2. Pilih mitra franchise

Langkah selanjutnya dalam memulai bisnis franchise adalah memilih mitra waralaba. Ada banyak pengusaha baru yang lebih memilih untuk membuka franchise dari pada memulai bisnis sendiri dari awal.

Oleh karena itu, kamu harus selektif dalam memilih dengan siapa kamu bisa menjadi mitra bisnis. Sebelum memilih, kamu harus mempelajari calon mitra dengan mencari informasi perusahaan tersebut secara lengkap, dari mulai berdiri hingga kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Kamu juga dapat melihat seberapa baik sebuah toko menjual jika produknya diberi harga yang sesuai dengan pasar tempat bisnis kamu berada. Informasi lebih rinci tentang berapa pendapatan setiap hari atau setiap bulan, bagaimana cara pembayaran pertama dan sistem royalti, kualitas bahan baku, reputasi dimasyarakat, dll.

Kamu bisa mendapatkan informasi tersebut bisa melalui website resmi perusahaan franchise tersebut, atau kamu bisa mendatangi dan bertanya langsung terkait dengan latara belakang dan prasyarat ketika ingin mengjadi mitra kerjasama.

Biasanya perusahaan franchise yang bisa kamu pilih sebagai mitra bisnis adalah perusahaan atau bisnis yang sudah berjalan minimal 6 bulan hingga 2 tahun. Karena dengan begitu kamu bisa melihat aktivitas bisnis mereka. Selain itu, pilihlah merek yang sudah dikenal masyarakat.

3. Rencanakan modal

Tahapan memulai bisnis franchise adalah yang paling penting karena yang pasti nama bisnisnya harus besar. Setelah memilih mitra waralaba dan mengetahui cara keuangannya, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merencanakan modal yang harus kamu sediakan.

Beberapa biaya besar yang akan kamu keluarkan adalah dengan membayar kerjasama mitra franchise, menyediakan dana untuk menyewa tempat yang strategis, menggaji karyawan, dan biaya lain yang sifatnya kecil tetapi jumlahnya banyak.

Bagaimana jika modal tidak cukup?

Berbicara modal untuk memulai usaha memang cukup menyita perhatian, karena kamu harus menyiapkan hal tersebut untuk menjalankan bisnis agar dapat beroperasional. Tetapi bagaimana jika modal yang kamu miliki ternyata kurang.

Beberapa jalan keluar memang bisa melalui pinjaman kepada keluarga, mengajukan kerjasama kepada orang lain, teman, kerabat, atau keluarga dengan sistem bagi hasil, atau kamu bisa mengajukan pinjaman pada pihak ketiga.

Sekarang ini banyak lembaga pembiayaan yang dapat membantu kamu untuk menambah modal usaha. Salah satunya yang terkenal dan terpercaya di Indonesia adalah BFI Finance. Di mana mereka dapat memberikan pinjaman untuk modal usaha.

Jika kamu mengajukan pinjaman pada BFI Finance dengan pinjaman sertifikat rumah atau pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan. Bahkan kamu akan mendapatkan dana yang di butuhkan dengan proses yang cepat.

Biasanya ada beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi. Tetapi setelah kamu menyiapkan berkas sebagai prasyarat pinjaman, maka kamu bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kompetitif, selain itu kamu juga bisa memilih tenor waktu sesuai dengan kemampuan keuangan.

4. Buat perjanjian kerja dengan pemilik franchise

Setelah memilih bidang usaha dan brand yang sesaui dengan passion kamu, selanjutnya kamu menyiapkan dana yang di butuhkan untuk bekerja sama dengan perusahaan franchise. Langkah selanjutnya kamu akan membuat perjanjian atau kontrak dengan franchisor.

Pelajari kontrak kerjasama tersebut dengan teliti dan ajukan pertanyaan jika ada poin-poin yang tidak jelas atau merugikan kamu, hal ini kamu lakukan sebelum kamu menandatangani kontrak kerjasama bisnis tersebut.

Ketika kamu menandatangani kontrak kerja, berarti kamu setuju dengan prosedur yang di tetapkan oleh franchisor, prosedur keuangan yang sama, cara kerja sistem kerja, dari mana bahan baku berasal, hak apa yang di dapatkan, kewajiban apa yang harus kamu penuhi, dll.

5. Berpartisipasi dalam proses pelatihan dan standardisasi

Setiap bisnis waralaba harus memiliki pelatihan sendiri sebelum mitra atau franchise membuka bisnisnya. Pelatihan ini bertujuan untuk menjaga merek dan kualitas produk serta tidak merusak reputasi merek asli.

Pelatihan ini biasanya berupa informasi tentang cara kerja sistem dan sejenisnya. Setelah pelatihan, di lakukan standardisasi untuk menentukan apakah kamu sudah mengusai operasional dari perusahaan franchise tersebut.

Jika transfer pengetahuan tersebut sudah di kuasai maka kamu bisa langsung memulai usaha franchise tersebut. Perusahaan pun akan memasok seluruh kebutuhan bisnis franchise agar kamu bisa langsung memulai bisnis tersebut.

6. Buka bisnis franchise

Tahap akhir memulai bisnis franchise adalah membuka atau memulai bisnis. Tentunya sebelum membuka usaha franchise ini, kamu harus terlebih dahulu mencari tempat usaha yang strategis atau tempat yang ramai orang.

Ketika kamu telah memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah di terapkan perusahaan franchise, maka kamu bisa langsung memulai bisnis kamu.

Setelah menjadi mitra, ikuti prosedur yang di sepakati dalam kontrak agar di percaya dan proses pengembangan bisnis yang di ikuti berjalan dengan baik. Nah itulah 6 tahapan memulai bisnis franchise yang perlu di ketahui sebelum memulai bisnis.