Jaringan toko serba ada 7-Eleven memangkas sekitar 880 pekerja di Amerika Serikat saat menyelesaikan struktur organisasinya. Rantai ritel, yang dimiliki oleh pengecer Jepang Seven & i Holdings, memotong pekerjaan di pusat-pusat dukungan dan operasi dukungan lapangan di Irving, Texas dan Enon, Ohio, kata juru bicara itu dalam email kepada Reuters.

7-Eleven bergabung dengan sejumlah perusahaan yang berbasis di AS yang baru-baru ini mem-PHK karyawannya saat negara tersebut berjuang dengan meluasnya tekanan inflasi. “Kami baru satu tahun lebih dalam proses integrasi kami setelah akuisisi Speedway senilai US$ 21 miliar dan telah membuat kemajuan yang signifikan. Seperti halnya integrasi apa pun, pendekatan kami termasuk menilai struktur organisasi gabungan kami,” tambah juru bicara itu.

Pada tahun 2020, Seven & i Holdings telah setuju untuk membeli SPBU Speedway Marathon Petroleum senilai US$ 21 miliar. Kesepakatan itu meningkatkan jumlah toko 7-Eleven di AS dan Kanada menjadi sekitar 14.000. Aktivis investor AS ValueAct Capital membeli saham senilai US$ 1,53 miliar di Seven & i Holdings tahun lalu, dan telah mendesak perusahaan untuk melakukan reformasi struktural dan menjual aset di 7-Eleven. Pada bulan April, Seven & i Holdings mengatakan akan mengubah dewannya karena berusaha untuk mempercepat pertumbuhan di luar negeri.