Ingin punya toko sendiri dan bisnis dengan keuntungan bertumbuh? Itulah slogan atau tagline Toko Mandiri Indogrosir (TMI) dan Outlet Mitra Indogrosir (OMI). Masyarakat yang mempunyai “passion” di bidang bisnis, TMI dan OMI bakal menjadi pilihan yang menarik. Keinginan mempunyai toko sendiri bakal lebih mudah pada saat sekarang ini, bahkan bukan cuma itu, keterampilan mengelola tokonya pun akan makin dikuasai. Urusan modal, produk, pengiriman barang hingga persaingan harga sudah ada jalan keluarnya. Masalah modal misalnya, TMI menyediakan dua pilihan,yakni Tipe A investasi sebesar Rp55 juta dan Tipe B sebesar Rp40juta.

TMI merupakan program pendampingan dari Indogrosir yang dilakukan kepada calon wirausaha dalam bentuk toko/warung modern. Sesuai namanya pendampingan, tentu saja para calon wirausaha yang bergabung dalam program TMI akan didampingi segala urusannya terkait menjalankan toko. TMI membina bagaimana bisa memesan produk, melakukan penjualan, mensetting harga pun kita akan bina,” papar Alby Fadillah, Special Project dari Indogrosir pada pameran waralaba dan lisensi “IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia License Expo (ILE)” di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/8/22).

“Barang-barang kita sudah siapkan dari produk Indogrosir terpilih, namun di Toko Mandiri Indogrosir juga fleksibel. Kalau akan memasukkan barang di luar produk Indogrosir, bisa,” lanjut Alby. Tak cuma TMI, Indogrosir juga memiliki program lain yakni yang dinamai Outlet Mitra Indogrosir (OMI), suatu pembinaan Mini Market Modern dalam bentuk waralaba. Lalu, ada Bisnis Waralaba Indomaret yang sudah menggurita. Program waralaba OMI ditawarkan pada masyarakat yang mempunyai modal lebih besar. Anda yang bergabung, pastinya akan mendapatkan banyak keuntungan di antaranya gratis training dan supervisi selama 5 tahun, gratis peminjaman software hingga mempermudah administrasi dan perpajakan.

“Outlet Mitra Indogrosir adalah kerja sama kemitraan yang basicnya kita coba mendukung para pedagang konvesional, mini market tradisional untuk semakin maju,’ ujar Trie Adi Kresna Irawan, Busines Development Manager Indogrosir. Terkait pengajuan OMI, sebagai mitra Indogrosir akan mensurvai lebih dulu lokasi OMI dari masayarakat yang akan bergabung, karena lokasi menjadi salah satu unsur yang penting. Kita akan melakukan survai kelayakan lokasi karena itu basic sekali. Setelah disurvai dan layak, lalu kita bentuk rencana anggaran belanja untuk satu kebutuhan mini market modern ini,” papar Trie Adi.

Trie Adi menambahkan nilai investasi OMI dimulai dari Rp190 juta sangat menarik menurutnya jika dibanding semua penawaran franchise mini market lainnya sekelas OMI. Relatif sangat efisien. Kita bukan kerja sama ‘Hit and Run” yang sudah gabung kita tinggal. Kita lakukan kontrak dan selama masa kontrak kita lakukan pendampingan,” paparnya. Sejauh ini OMI sudah memiliki 650 mitra yang bargabung dan melayani lebih dari 150 kota besar di Tanah Air. “Jadi ‘trust’nya sudah terbentuk sekali. Sudah pengalaman.

Hal lain yang menarik dari waralaba OMI, Trie Adi membocorkan selama pameran IFRA Indogrosir memberi potongan alias diskon khusus biaya kemitraan sebesar 50%. Pameran waralaba dan lisensi “IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia License Expo (ILE)” merupakan pameran tahunan. Pameran kali ini diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), dan Dyandra Promosindo secara langsung pada 5-7 Agustus di Jakarta Convention Center (JCC) dan secara virtual pada 5-31 Agustus.

Sebanyak 250 pelaku usaha waralaba dan lisensi dari 375 jenama mengisi acara. IFRA in conjunction with ILE 2022 juga mendapat dukungan dari asosiasi waralaba dan lisensi Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan, dan Hongkong. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Henky Hotma Parlindungan Manurung mengapresiasi. Henky mengatakan IFRA selama dua dekade menghubungkan ribuan pemilik bisnis, pengusaha, dan investor serta ratusan jenama, pemilik waralaba, dan peserta pameran untuk saling berdiskusi dalam pengembangan bisnis.

“Kemenparekraf mendukung jalannya IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2022 sebagai peluang sekaligus pengembangan bisnis waralaba dan lisensi dalam upaya pemulihan perekonomian Indonesia,” kata Henky dalam sambutannya secara virtual. Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra bahkan menyebut sudah saatnya bisnis waralaba (franchise) melakukan ekspansi ke luar negeri untuk memaksimalkan potensi produk lokal sekaligus memperkuat daya saing dengan produk asing.

Pihaknya setuju bisnis waralaba lokal harus diperkuat di dalam negeri, namun tetap menekankan bahwa waralaba lokal sudah saatnya berekspansi ke luar negeri. Syailendra mengatakan pihaknya juga akan mendorong bisnis ritel untuk bermitra dengan warung-warung kecil. Ritel-ritel ini yang akan menyuplai warung-warung sehingga warung itu juga bisa menjual, minimal walaupun tidak seratus persen sama, tetapi produk-produk yang ada di retail itu paling tidak bisa dijual ke warung-warung dan itu dengan harga yang sangat kompetitif,” katanya.

Syailendra mengatakan bisnis waralaba menjadi salah satu sektor usaha yang mampu menguatkan ekonomi domestik Indonesia. “Dan waralaba adalah sebuah solusi untuk pengusaha pemula dalam mengawali bisnis dengan aman, dan lahirnya para pengusaha lokal baru diyakini dapat memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan bisnis waralaba dan iklim usaha yang positif,” katanya. Pada 2021 pertumbuhan waralaba di Indonesia tercatat sebanyak 113 pemberi waralaba dalam negeri yang telah memiliki legalitas STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba). Jumlah tersebut dikatakan Syailendra naik 5 persen dari tahun sebelumnya.