Pemerintah mengklaim Program Kartu Prakerja berhasil memberikan nilai tambah yang signifikan, bahkan telah menciptakan pasar baru di sektor pendidikan digital. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Program Kartu Prakerja ini berhasil menciptakan pasar pendidikan digital dengan nilai ekonomi yang mencapai Rp6 triliun.

Pasar yang dibentuk dari pelatihan Prakerja selama 2 tahun, pasarnya adalah pasar pelatihan dengan nilai Rp6 triliun setahun. Sebelum prakerja, pasar ini kosong, tidak ada pasar yang menangani sektor pendidikan digital,” katanya dalam acara Silaturahmi yang dihadiri sebanyak 8.000 Alumni Penerima Kartu Prakerja,

Perekonomian Buka Suara Airlangga memaparkan, Program Kartu Prakerja telah menjangkau 12,8 juta peserta yang tersebar di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. “Hari ini sudah mencapai 12,8 juta [peserta], 95 persen diantaranya telah menerima insentif,” jelasnya. Dia menambahkan, dalam ekosistem Kartu Prakerja, terdapat lebih dari 150 penyedia pelatihan yang menawarkan lebih dari 1.000 kursus pelatihan.

Program Kartu Prakerja pun kata dia terbukti inklusif karena dapat menjangkau sebanyak 3,3 persen penyandang disabilitas, 14 persen penerima yang belum tamat atau lulusan SD, 56 persen tinggal di desa, sebanyak 49 persen perempuan, serta 90 persen dari penerima program tidak memiliki pekerjaan saat mendaftar. Selain itu, tercatat sebanyak 93 persen peserta program memilih menggunakan uang elektronik, dan sebanyak 28 persen peserta baru mengenal rekening bank atau e-money melalui Program Kartu Prakerja.