Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua anggaran belanja kementerian/lembaga digunakan untuk membeli produk buatan dalam negeri. “Bapak Presiden minta untuk tahun 2022 ini seluruh kementerian lembaga fokus merealisir belanja pemerintah dan terutama dipakai untuk membeli produk-produk lokal,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara, Jakarta.

Agar transaksi ekonomi ini menimbulkan efek domino pada perekonomian di sisa tahun 2022. Sehingga motor ekonomi di kuartal III dan IV bisa bergerak lebih agresif, minimal sama dengan pertumbuhan kuartal II-2022. Ini semuanya akan bisa mendukung pembelian ekonomi yang makin kuat di kuartal ketiga dan kuartal keempat pada saat lingkungan global sedang mengalami kecenderungan gejolak.  Sri Mulyani menuturkan sekarang, perekonomian Indonesia sudah mencapai level sebelum pandemi. Baik dihitung dari sisi level pertumbuhan tahun 2021 maupun 2022. Sementara dari sisi defisit APBN masih relatif moderat. “Ekonomi Indonesia tahun 2022 ini sebetulnya sudah dalam posisi yang sangat baik dan harus terus dipertahankan pada semester 2,” kata dia.

Pertumbuhan Ekonomi

Sebagaimana diketahui pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua berhasil mencapai 5,44 persen. Bendahara negara ini menilai pertumbuhan yang sangat impresif tinggi terjadi karena tahun lalu pada kuartal kedua itu pertumbuhannya cukup tinggi di level 7,1 persen. “Jadi base linenya sudah tinggi tahun lalu di kuartal kedua dan tahun ini tetap bisa tumbuh di atas 5 persen. Bahkan di atas perkiraan optimis kami yaitu 5,2 persen tapi ternyata realisasinya 5,44 persen,” tuturnya. Untuk itu, pertumbuhan yang cukup kuat ini harus dijaga terus. Terutama dari faktor-faktor yang mendukungnya dari sisi domestik, karena lingkungan globalnya akan tidak pasti. “Seperti kita ketahui faktor dalam negerinya adalah konsumsi dan investasi serta belanja pemerintah,” pungkasnya.