Berawal dari sebuah keisengan dari dampak Covid19 Retno Nugroho menggeluti kerajinan aksesoris dari limbah kayu di rumahnya di kawasan Perumnas Subang. Seno sapaan sehari-hari seorang pemuda di Subang, Jawa Barat kini malah serius dalam berkarya, hingga karyanya bisa tembus mancanegara. Seno menjual produknya menggunakan media sosial seperti di platform FB, Serta IG. Kerajinan aksesoris berupa cincin, kalung hingga anting banyak dipesan oleh pelanggan dari Luar Negeri.

Untuk membuat sebuah cincin, Seno harus membuat pola terlebih dahulu. Selanjutnya menggergajinya dan menghaluskan serta dilapisi cat pernis agar mengkilap. Sementara untuk membuat kalung, anting dan bros, Retno menggunakan alat mesin cetak laser. Meskipun dibuat dari limbah kayu, aksesoris yang dibuat oleh Retno Nugroho (26) warga Blok 3 Perumnas, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang ini banyak disukai masyarakat.

Menurut Seno, kerajinan aksesoris yang dibuatnya ini berawal dari sebuah keisengan memanfaatkan limbah kayu saat masih kuliah di tahun 2019 lalu. Namun ternyata mendapatkan respon baik dari rekan kuliahnya hingga banyak yang memesan. “Awalnya sih iseng-iseng buat untuk dipakai sendiri saat masih kuliah,eh…. ternyata saat dipakai ke kampus banyak teman yang pinjem dan dari situlah ada beberapa kawan pesan,” ujarnya kepada Kontributor Elshinta Hari Nurdiansyah, Sabtu (28/5).

Seno mencoba memasarkan produk kreatifnya menggunakan Instagram @honghandwood, dari situlah penjualan aksesoris semakin meningkat. Bahkan kini aksesoris dari limbah kayu yang dibuatnya sudah tembus pasar Spanyol, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok hingga Singapura. Aksesoris yang dibuatnya ini, Seno jual mulai harga Rp25.000 hingga Rp50.000.