Beragam hasil kerajinan masyarakat Bali sangat digemari pasar ekspor. Hasil kerajinan itu mulai dari produk berbahan dasar kayu, batu, kain hingga logam. Plat logam dengan beragam model telah menembus pasar ekspor. Kerajinan plat logam dituangkan ke dalam beragam produk, mulai dari tempat dupa, tempat lilin, tempat canang hingga bingkai (frame) dan masih banyak produk lainnya. Menampilkan banyak warna dan bentuk yang unik membuat produk-produk ini sangat menarik. Tidak mengherankan jika kerajinan plat logam menguasai banyak pasar, dari lokal, nasional hingga ekspor.

Made Agus Semadhi adalah salah seorang perajin produk plat logam. Saat ditemui pada Pesta Kesnian Bali (PKB) ke-44 di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, belum lama ini, pemilik Warna Warni Handycraf ini mengatakan produk yang banyak diminati pengunjung saat ini ialah tempat dupa dan celengan. Dia mengaku setiap tahun selalu menampilkan produk baru yang menjadi favorit masyarakat. Pria asal Kabupaten Tabanan ini telah memulai usaha kerajinan ini sejak tahun 1994. Saat ini produknya telah diekspor ke banyak negara di dunia hingga paling jauh ke Benua Eropa. “Untuk ekspor itu saat ini kebanyakan tempat lilin,” ujarnya.

Sementara untuk lokal, permintaan yang paling banyak saat ini adalah celengan. Tabung tempat menabung ini juga paling laris di PKB 2022. “Kalau dahulu tempat dupa yang laris, sekarang celengan. Kami selalu ikuti permintaan pasar,” terang Agus Semadhi. Selain produk kecil, dia juga membuat produk kerajinan dengan ukuran besar, seperti bingkai yang ditempel di dinding. Bingkai yang dibuatnya menonjolkan kupu-kupu dalam setiap desainnya. Seperti namanya, produk yang dibuatnya memiliki beragam warna atau berwarna-warni. Harga produk kerajinan plat logam dijualnya mulai Rp25.000 per pcs untuk produk kecil seperti tempat dupa. Sementara produk dengan ukuran besar seperti bingkai dijual hingga Rp850.000 per pcs.