Schneider Electric mengajak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merencanakan dan membangun infrastruktur digital untuk mendukung transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Para pelaku usaha kini perlu mengingat pelajaran penting dari krisis Covid-19 lalu bahwa keberhasilan perusahaan bertahan dalam jangka waktu panjang di masa krisis terletak pada kemampuan perusahaan untuk cepat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan ketahanan bisnisnya.

  Sebagai perusahaan yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi, Schneider Electric telah banyak membantu pelaku usaha baik kecil hingga besar dalam perjalanan transformasi digitalnya. Schneider Electric memiliki Automation Starter Pack yang mencakup layanan, hardware dan software untuk UKM yaitu SME Jumpstart Automation Package yang menggunakan augmented reality (AR) dan pemantauan berbasis cloud untuk meningkatkan manajemen dan pemeliharaan mesin dan membantu mereka memulai perjalanan otomasinya; mendigitalisasi database mereka dari yang berbasis hardcopy menjadi database online; memungkinkan pelacakan kinerja secara jarak jauh, dan membantu UKM memastikan bahwa proses transformasi mereka berkelanjutan,

Hal yang dapat dipetik dari pandemi COVID-19 adalah pentingnya memiliki dan menerapkan sistem manajemen risiko yang memberikan ruang lebih untuk fleksibilitas dan desentralisasi pada seluruh proses operasional termasuk model rantai pasokan. Anda perlu membangun ketahanan dalam sistem pasokan Anda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan secara jangka panjang.

Hal ini dimungkinkan dengan mengombinasikan elektrifikasi dengan teknologi otomasi dan digital, atau kami menyebutnya Electricity 4.0.” Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus dipahami UKM agar transformasi digitalnya dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi bisnisnya: – Mulai dari yang kecil dan rasakan manfaatnya untuk bisnis Anda. Identifikasi proses atau langkah dalam produksi yang dapat memperoleh manfaat dari otomatisasi.

Libatkan tim Anda dalam tahap perencanaan dan implementasi, memberikan energi positif bagi mereka untuk menjadi bagian dari proses transformatif yang pada akhirnya akan meningkatkan keterampilan dan pola pikir mereka. – Tetapkan beberapa tujuan dan area yang membutuhkan otomatis. Misalnya mengakomodasi proses produksi agar lebih tepat waktu, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi yang lebih tinggi, untuk menghemat biaya atau meningkatkan kapasitas, meningkatkan waktu ke pasar, meningkatkan reputasi Anda sebagai pemasok, dan fokus pada peningkatan keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. – Lakukan pengawasan dan pastikan adanya dukungan pasca implementasi.

Pelayanan berupa dukungan dan pemeliharaan sangat penting. Apakah penyedia teknologi otomasi yang Anda gunakan memberikan warranty, adanya ketersediaan suku cadang, dan bantuan teknis saat dibutuhkan? Apakah terdapat pra-pelatihan terkait kompetensi yang dibutuhkan, dan apakah ada kursus sertifikasi yang dapat diambil untuk menjadi bagian dari proses otomatisasi. Terdapat beberapa tahapan dalam implementasi dan setiap tahapan berperan penting.