Hampir semua orang mengenal istilah akuntansi apalagi seseorang yang sudah membangun usaha. Akuntansi ini bukan hanya sekadar istilah saja, tetapi juga berupa sebuah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan hitung menghitung keuangan. Maka dari itu, seseorang yang memiliki usaha biasanya sudah mengenal ilmu hitung menghitung ini.  Hal ini senada dengan pengertian akuntansi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akuntansi adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi. Dari pengertian akuntansi tersebut, dapat dikatakan bahwa ilmu akuntansi ini bisa dipelajari oleh setiap orang, baik itu secara otodidak atau dengan jalur akademis.

Dikarenakan selalu identik dengan hitung-menghitung, maka ilmu akuntansi ini selalu berkaitan dengan dunia usaha atau bisnis. Suatu bisnis yang sedang dijalani bisa saja mengalami krugian secara terus-menerus dan berujung kebangkrutan, salah satu penyebabnya adalah kesalahan dalam mengelola keuangan perusahaan atau kesalahan dalam penghitungan akuntansi.                  Pada dasarnya di dalam ilmu akuntansi ada banyak sekali yang harus dipelajari, salah satunya adalah jurnal akuntansi apakah kamu sudah tahu macam-macam jurnal akuntansi? Nah, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang macam-macam jurnal akuntansi.

Jurnal Akuntansi
Jurnal akuntansi adalah semua aktivitas berupa transaksi yang telah dilakukan, kemudian dimasukkan ke dalam suatu pencatatan laporan keuangan perusahaan. Maka dari itu, di dalam jurnal akuntansi biasanya  identik dengan debet dan kredit. Dengan adanya pencatatan laporan keuangan ini, maka keuangan perusahaan bisa akan tetap stabil.  Jurnal akuntansi biasanya dibuat dalam periode tertentu saja dan disusun secara rutin. Berkat adanya jurnal akuntansi, pemilik usaha bisa mengetahui apakah usaha yang dibangunnya mengalami keuntungan atau kerugian. Jadi, pada saat membangun suatu usaha, kamu harus bisa menerapkan jurnal akuntansi agar bisa memiliki laporan keuangan.

Macam-Macam Jurnal Akuntansi
Macam-macam jurnal akuntansi yang sering digunakan sebagai berikut.

1. Jurnal Umum
Jurnal umum adalah jurnal yang disusun untuk melakukan pencatatan terhadap semua bukti transaksi keuangan yang telah dilakukan oleh suatu perusahaan. Oleh karena itu, pada jurnal umum akan ada banyak sekali catatan transaksi serta pengelompokkan berdasarkan tanggal. Dengan adanya jurnal umum, perusahaan akan mengetahui keluar masuk keuangan perusahaan, sehingga bisa mengetahui berbagai macam transaksi yang telah terjadi.

2. Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah salah satu jenis jurnal akuntansi yang sering digunakan untuk melakukan pencatatan berbagai macam transaksi-transaksi khusus. Adapun beberapa yang termasuk jurnal khusus, seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas. Adanya jurnal khusus ini memberikan manfaat bagi perusahaan terutama dalam mengendalikan keuangan internal perusahaan lebih baik lagi.

3. Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang berfungsi untuk melakukan pencatatan terhadap akun-akun perusahaan yang kemudian disusun dalam bentuk laporan keuangan. Pada pencatatan setiap akun tersebut akan dilakukan pada periode tertentu saja, seperti pada akhir bulan. Dengan jurnal penyesuaian, perusahaan akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara riil.

4. Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal akuntansi yang dibuat untuk melakukan pembukuan, sehingga biasanya dilakukan pada periode terakhir. Dalam menyusun jurnal penutup, ini diperlukan untuk membuat neraca akhir terlebih dahulu agar bisa melakukan tutup akun nominal. Oleh karena itu, jurnal penutup ini selalu berkaitan dengan pemindahan data yang berasal dari akun sementara yang didalamnya berisi laporan laba dan rugi.

5. Jurnal Pembalik
Jurnal pembalik adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk membentuk akun neraca, sehingga jurnal ini selalu membalikkan jurnal penyesuaian. Adapun tujuan utama dari jurnal pembalik adalah agar tidak ditemukan akun ganda yang bisa mengganggu keuangan perusahaan.

Jurnal akuntansi memiliki fungsi utama yaitu untuk melakukan pencatatan terhadap transaksi yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Setiap transaksi tersebut akan selalu dibuktikan dengan bukti transaksi, seperti faktur, kwitansi, nota, dan lain-lain. Oleh karena itu, ketika kamu sudah memiliki usaha, sebaiknya saat melakukan transaksi minta buktinya agar bisa dicatat ke dalam jurnal akuntansi. Dari semua pembahasan maca-macam jurnal akuntansi di atas dapat dikatakan bahwa setiap jurnal akuntansi sudah memiliki fungsinya masing-masing, sehingga dalam penerapannya harus disesuaikan dengan baik. Jadi, kamu harus cermat dalam menggunakan jurnal akuntansi agar keuangan usaha dapat dihitung dengan tepat dan baik.