Kalau kita bertanya, mengapa pemasaran tradisional berbeda dengan entrepreneurial marketing? Apa sajakah komponen yang membedakan kedua konsep ini? Maka kita akan segera terbayang cara jadul untuk marketing konvensional dan kemajuan teknologi komunikasi untuk digital marketing.  Dipahami bahwa perbedaan konsep pemasaran tradisional dengan pemasaran kewirausahaan cukup nampak sekali. Terkait pemasaran tradisional, dapat dilihat dari 4 prinsip marketing, yakni: konsep, strategi, metode, dan market intelligence. Kegiatan marketing adalah kegiatan mencipta nilai, baik itu nilai usaha maupun nilai produk yang dihasilkan untuk dipasarkan kepada masyarakat. Untuk itu mari melihat perbedaan marketing tradisional dan marketing entrepreneurial.

Marketing Tradisional

Pada tataran konsep, marketing tradisional cenderung mengejar pelanggan yang digerakkan oleh pasar dan beroirentasi pada produk. Faktornya karena persaingan begitu ketat sebagaimana dalam konteks strategi lautan merah atau Red Ocean Strategy. Marketing tradisional mengikuti kehendak pasar serta mengikuti perkembangan produk yang sedang berkembang. Dalam strategi marketing tradisional, alurnya terjadi dari atas ke bawah, memiliki target pasar  tertentu sehingga perlu juga mengelompokkan jenis produk yang disesuaikan dengan target pasar yang telah dibagikan menjadi beberapa kelompok pelanggan. Adapun positioning merupakan upaya menentukan posisi bisnis terkait produk tertentu atau pasar.

Untuk metode marketing tradisional cukup berat karena biasanya door to door dimana pengusaha mengejar pasar dan mendatanginya secara langsung. Tentu hal ini menguras tenaga, biasa dan juga waktu. Market inteligent berlangsung dalam bentuk studi penelitian formal dan juga berlaku sistem intelijen pemasaran dengan cara mencari informasi-informasi yang relevan dengan peruasahaan untuk dapat dianalisis kembali untuk melihat peluang-peluang pasar selanjutnya.

Marketing Entrepreneur

Berbeda halnya dengan prinsip marketing kewirausahaan atau entrepreneur marketing yang juga dapat dilihat dari empat hal di atas, yakni: konsep, strategi, metode, dan market intelligence. Kalau dari sisi konsep, marketing wirausaha berorientasi pada inovasi dan kreasi, senantiasa mendrong pengembangan ide baik yang yang datang dari manajer maupur dari karyawan. Demikian juga senantiasa melakukan penilaian intuisi dalam perkembangan pasar. Namun demikian apa yang diterapkan sebagaimana yang terjadi dalam konsep ekonomi global Blue Ocean Strategy yang  nyaman dan lancar dalam mengembangkan usaha yang lebih efesien dan berdaya maju dan memiliki nilai yang tinggi.

Terkait strategi, marketing kewirausahaan terjadi segmentasi pasar yang membidik pelanggan dari bawah ke atas dan juga kelompok tertentu yang terkait dalam melakukan ekspansi bisnis. Dalam posisi ini, pengusaha tidak lagi mengejar pasar, tetapi sebaliknya pasar yang mendatangi pengusaha. Hal inilah bentuk keberhasilan konsep entrepreneurial marketing.

Metode pemasaran kewirausahaan pula biasa terjadi dari mulut ke mulut. Dalam hal ini bisa saja secara langsung dan lebih dominan secara tidak langsung, yakni pemanfaatan berbagai platform media sosial yang ada. Sebenarnya konsep “mom” atau “mouth of mouth” ini bentuk pengembangan metode tradisional “door to door”. Polanya sama namun sedikit berbeda platformnya saja. Padahal pintu tidak selamanya diartikan sebagai pintu fisik, tetapi bisa juga non-fisik seperti media soial yang juga bisa kita katakan pintu masuk ke semua lini kehidupan manusia.

Market inteligen terjadi pada marketing kewirausahaan dalam bentuk perluasan koneksi jejaring untuk membangun interaksi informal dan juga perilaku tidak formal. Market intelijen merupakan hal yang perlu untuk memperoleh informasi, mengolah informasi bisnis, menganalisis, menyusun upaya-upaya strategi dan program pemasaran tertentu mengenai potensi pasar yang sedang sehingga dapat memetakan kekuatan pesaing, tingkat persaingan, pelanggan dan juga potensi resources yang dimiliki perusahaan karena akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Marketing tradisional dan marketing entrepreneurial sama-sama memiliki kekuatan tersendiri. Hanya saja di era digital saat ini akan sangat sesuai untuk menerapkan entrepreneurial marketing atas alasan efektivitas dan juga dapat menekan biaya sehingga para pengusaha bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Dalam hal ini, kita tidak berbicara mana yang baik dan mana yang tidak baik, karena sekali lagi keduanya memiliki kelebihan tersendiri. Namun demikian, dalam dunia ekonomi bisnis pasti berusaha menekan biaya operasional untuk mencapai hasil yang maksimal. Pemasaran kewirausahaan yang meliputi konsep, strategi, metode dan intelegensi pasar akan pasti berbanding lurus terhadap kinerja karyawan dan hasil yang dicapai.