Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan di Asia, setelah sempat melemah pada penutupan perdagangan di Barat. Investor fokus pada prospek kenaikan suku bunga AS akhir bulan ini yang dapat membendung inflasi tetapi pada saat yang sama menekan permintaan minyak. Harga minyak mentah acuan internasional Brent naik 0,38% ke US$ 99,48 per barel, sedangkan harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 0,26% ke US$ 96,03.

The Federal Reserve AS memerangi inflasi yang menembus level tertinggi dalam 40 tahun. The Fed diramal bakal menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin pada 26-27 Juli 2022, setelah laporan inflasi menembus angka 9,1%. Kenaikan suku bunga Fed diperkirakan akan mengikuti langkah serupa oleh Bank of Canada yang mengejutkan pasar.

Harga minyak mentah sempat melemah akibat sentimen the Fed siap memicu resesi. Kamis kemarin, minyak mentah menyentuh level terendah sejak sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Ketidakpastian ekonomi juga mendorong investor lari ke aset aman. Investor berbondong-bondong ke dolar, yang dilihat sebagai aset safe-haven, sehingga indeks dolar mencapai level tertinggi 20 tahun  Dolar yang tinggi membuat pembelian minyak lebih mahal untuk pembeli non-AS sehingga permintaan melemah.