PT NTT Indonesia Technology, penyedia solusi bisnis dan teknologi global, menargetkan pertumbuhan bisnis dua digit pada 2022. Area bisnis yang diprioritaskan mencakup solusi network as a service, multicloud as a service, dan software defined infrastructure services, dengan tetap fokus mengembangkan keahlian di area infrastruktur dan aplikasi bisnis. Hal tersebut disampaikan oleh Aris Sulistyanto yang ditunjuk menjadi Chief Executive Officer PT NTT Indonesia Technology Prinsip utama yang dipegangnya dalam menyiasati perubahan teknologi yang dinamis adalah dengan memahaminya secara positif dan melibatkan seluruh karyawan untuk belajar menjadi adaptif bersama-sama.

Dia cukup yakin dengan target tahun 2022 tersebut karena Indonesia merupakan pasar teknologi potensial di kawasan Asia Tenggara sekaligus unik dan heterogen. Proses digitalisasi di Tanah Air pun disebutnya tengah tumbuh signifikan dibandingkan negara–negara berkembang lain. Kami di NTT meyakini akan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan sektor teknologi Indonesia, sebagai negara dengan pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah memaksa dan menjadi latar belakang terjadinya kebutuhan tren peningkatan terhadap layanan konektivitas, komputasi awan (cloud), dan pusat data (data center) di Indonesia. Hal ini tidak hanya dari segi kapasitas pemanfaatan, tetapi juga dari segi kebutuhan kualitas layanan. Aris pun meyakini bahwa solusi dan layanan teknologi NTT bisa menjadi bagian dari momentum dan dimanfaatkan untuk transformasi digital di Tanah Air.

Apalagi, rekam jejak NTT selama lebih dari 26 tahun telah terbukti mampu membantu banyak industri telekomunikasi, jasa keuangan, manufaktur, perminyakan dan pertambangan, serta travel dan transportasi. Sementara itu, integrasi kemampuan, baik dari sisi infrastruktur, aplikasi bisnis, layanan data center, konektivitas, serta cakupan keahlian dan pengalaman implementasi di 57 negara, pun akan membantu NTT dalam membangun pemahaman teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technologies/ICT) secara lokal.

Kontribusi Positif

Aris menjelaskan, di NTT, kemampuan inovasi dibangun dengan pendekatan “Inovasi Bersama” dengan klien dan mitra teknologi untuk memecahkan tantangan bisnis, menciptakan solusi baru, dan menciptakan diferensiasi pasar melalui inovasi. Dengan demikian, kami terus mencermati teknologi baru yang muncul dan bekerja sama dengan mitra teknologi. Kami senantiasa melihat peluang bagaimana teknologi tersebut dapat optimal memberikan nilai manfaat untuk bisnis agar selaras dengan inovasi yang berkesinambungan,” tuturnya.

Sementara itu, Aris mengawali karier dan bergabung dengan NTT sejak tahun 2014 sebagai CFO di PT Dimension Data Indonesia dan bertanggung jawab untuk strategi dan pengaturan proses keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dia pun ikut serta dalam integrasi perusahaan-perusahaan NTT di Indonesia serta memimpin banyak inisiatif transformasi yang dinamis, sehingga menjadikan pertimbangan kuat untuk ditunjuk menduduki jabatan CEO PT NTT Indonesia Technology sejak 1 Mei 2022.

Sebelum berkarier di NTT, dia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade menempati berbagai posisi di sejumlah perusahaan multinasional, yakni EI DuPont, Kraft Foods, Pfizer, Astra Zeneca, dan Merck Sharp & Dohme, baik sebagai finance director, vice president director, dan chief financial officer (CFO). Dia pun pernah memegang peranan penting untuk urusan perusahaan berskala regional, yaitu di Pfizer sebagai CFO dan direktur subregional yang mengelola empat negara sekaligus, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Pengakuan dan Adaptasi

Sementara itu, Divisi Pusat Data Global NTT juga telah diakui oleh IDC MarketScape sebagai pemimpin dalam layanan kolokasi dan interkoneksi di seluruh dunia untuk tahun kedua berturut-turut. NTT telah diakui memiliki kemampuan solusi teknologi dari ujung ke ujung (end-to-end) yang diperlukan perusahaan global, mulai dari desain dan implementasi hingga keahlian untuk jaringan (managed services), serta skala dan kapasitas untuk perusahaan hyperscale yang memiliki kebutuhan besar.

Menurut Aris, proses integrasi dan transformasi di NTT yang tengah terjadi adalah proses perbaikan yang harus didasari dengan tekad dan kepercayaan untuk saling menguatkan. Proses perubahan masif tersebut juga diakuinya tidaklah mudah. “Namun, ini justru peluang untuk menjadikan kami memiliki keunikan tersendiri di pasar karena semakin luasnya kemampuan untuk membantu client dalam proses digitalisasi yang menyeluruh,  Ke depan, perubahan NTT di Indonesia akan terus dilanjutkan agar senantiasa relevan menyiasati perubahan teknologi dan model bisnis. Sementara itu, hal yang paling penting adalah memenuhi harapan para klien terhadap NTT untuk membantu lebih luas dalam perjalanan transformasi digitalisasinya.