Banyak pihak yang belum pandai untuk memasarkan produknya dan membutuhkan waktu yang panjang untuk memasarkan produknya dengan baik. Akhirnya bermunculan jasa pemasaran yang memberikan jasa dengan memasarkan produk orang lain. Konsep ini merupakan Affiliate Marketing. Affiliate Marketing sendiri adalah sebuah proses di mana pelaku usaha mempercayakan salah satu pihak atau afiliasi untuk memasarkan dan menjual produknya kepada masyarakat banyak. Dari penjualannya itu, para pihak afiliasi akan mendapatkan komisi atau pun sedikit profit dari nilai jual barang atau jasa yang ditawarkan. Biasanya, afiliasi ini memiliki sebuah rekam jejak mengenai penjualan apa yang merupakan berasal dari miliknya.

Sebuah affiliate marketing melibatkan beberapa pihak dalam melakukan pekerjaannya yaitu:

Pelaku usaha sebagai penjual
Pelaku usaha dari produk merupakan seorang vendor, penjual, pembuat produk, atau penjual ritel. Produk yang diperjualbelikan sangat beragam dari produk barang dan juga produk jasa. Dalam sebuah affiliate marketing pelaku usaha tidak perlu banyak terlibat dalam kegiatan pemasaran. Yang pelaku usaha perlu lakukan adalah mempersiapkan stok barang dan mempersiapkan pembagian profit kepada pihak terafiliasi.

Sebagai contoh, sebuah produk cimol olahan rumah yaitu Acas Nyemil melakukan afiliasi marketing dengan membayar seorang influencer di media sosial Instagram untuk meningkatkan penjualannya. Oleh karenanya, pelaku usaha yang memiliki brand Acas Nyemil perlu mempersiapkan stok barang untuk dikirim dan proses pemesanan yang jelas ketika telah melakukan proses affiliate marketing ini.

Afiliasi atau penerbit

Pihak selanjutnya yang terlibat dalam affiliate marketing adalah seorang afiliasi atau juga bisa disebut seorang penerbit. Penerbit adalah pihak yang menjalin afiliasi dengan pihak pelaku usaha yang merupakan perorangan ataupun perusahaan yang memasarkan produk dari penjual atau pelaku usaha dengan menggunakan cara terbaik kepada para pembeli potensial, sehingga para calon pembeli merasakan bahwa mereka butuh dan akan mendapatkan manfaat dari membeli barang tersebut. Akhirnya, pihak penerbitlah yang akan membuat konsumen tertarik membeli produk tersebut dan afiliasi mendapatkan bagian profit yang telah dijanjikan oleh pihak pelaku usaha jika mereka dapat menghasilkan penjualan.

Konsumen

Konsumen berperan sebagai pihak yang menentukan nasib dari penerbit maupun pihak penjual atau pelaku usaha. Dari para konsumen yang melakukan pembelian barang, mereka secara sadar ataupun tidak sadar melakukan pembelian akibat dorongan dari pihak afiliasi. Afiliasi biasanya menyebarkan pesan atau promosi melalui jejaring sosial, situs, dan blog. Ketika sebuah produk terbeli oleh konsumen, di situ terjadi sebuah pembagian profit antara penjual dan afiliasi terlibat. Kadang profit dibayarkan di awal, namun beberapa juga dibayarkan di akhir setelah proses penjualan selesai. Ternyata, memasarkan produk tidak selamanya harus sendirian. Sahabat UKM bisa menggunakan strategi affiliate marketing ini sebagai alternatif untuk memasarkan produknya lebih jauh dan lebih cepat.