Pemerintah Provinsi Banten menawarkan strategi penambahan investasi terutama di 14 kawasan industri Banten. Hal ini seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan ada dua strategi kebijakan investasi. Pertama memelihara industri yang ada di Provinsi Banten agar tidak hengkang. Kedua, mengundang investasi yang sebesar besarnya. Menurut Al Muktabar, di Provinsi Banten saat ini ada 14 kawasan industri yang diisi oleh 4.000 lebih industri besar dan menengah. Bila ditambah dengan UMKM bisa mencapai puluhan ribu pelaku usaha.

Ini menjadi modal untuk pemulihan ekonomi Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya. Ia mengatakan realisasi investasi yang masuk di Banten akan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten. Ia pun meyakini investasi merupakan soal keyakinan yakni yakin mendapat keuntungan. Maka dari itu pihaknya berusaha akan merawat investasi yang sudah ada untuk mendapatkan nilai ekonomi tinggi dengan memberikan pelayanan yang terus diperbaiki.

Sehingga, pengusaha merasa nyaman melakukan aktivitas perekonomian di Banten. “Kewajiban bersama kita meneguhkan kontrol publik terhadap birokrasi dan agenda ekonomi. Bila tidak mendapatkan kontrol yang baik bisa menghasilkan kurang berkeadilan bahkan tidak berkeadilan. Dengan saling mengontrol kita on the track pada tujuan bersama,” ungkapnya.