Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan sangat siap melayani masyarakat dengan transaksi digital keuangan berbasis elektronik. “Kita akan terus memastikan program digitalisasi dan transaksi keuangan elektronik di Kota Kendari bisa menjadi pilot projek sekaligus bisa memotivasi teman-teman di seluruh daerah khususnya di Sulawesi Tenggara,” kata Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, Kamis, saat membuka kegiatan Seminar Edukasi Keuangan yang di gelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara yang mengusung tema “Peran Digitalisasi Dalam Mendorong Peningkatan Inklusif Keuangan,” di Kendari, Kamis.

Wali kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan pemkot Kendari memastikan sangat siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat menggunakan transaksi digital berbasis elektronik. Dengan digitalisasi ini banyak hal yang semakin simpel dilakukan, tidak perlu lagi repot walaupun memang di awal perlu ada penyesuaian,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara Arjaya Dwi Raya mengatakan, digitalisasi merupakan salah satu solusi untuk memperluas manfaat keuangan di masyarakat.

“Dengan hadirnya teknologi digital membuka peluang peningkatan akses masyarakat terhadap industri jasa keuangan melalui akses layanan keuangan yang berbasis digital,” ungkapnya. Untuk diketahui kegiatan yang dilaksanakan OJK Perwakilan Sultra dan Bank Indonesia Perwakilan Sultra bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kebijakan regulator dalam mendukung inklusif keuangan dan meningkatkan penggunaan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat pada layanan keuangan digital.

Di akhir acara Wali Kota Kendari bersama Kepala OJK menyerahkan secara simbolis Simpanan Pelajar (Simpel) sebanyak 1.106 tabungan kepada perwakilan Sekolah SD-SMP dan pada kegiatan ini diikuti oleh Bupati Konawe Selatan, Sekda Konawe Utara dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia.