Sampah plastik menjadi masalah utama yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa terurai. Sampah plastik merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca jika penguraian sampah dilakukan dengan cara di bakar dan juga tidak ramah pada lingkungan. Pada tahun 2021 sampah plastik di kota Bandung memperoleh persentase ke dua tertinggi. Seharusnya penggunaan sampah harus mulai dikurangi.

Tetapi masih banyak masyarakat yang menggunakan sampah plastik. Dikarenakan sampah plastik sangat berpotensi untuk dikonversi menjadi BBM, maka Mahasiswa KKN 22 UPI mendapatkan salah satu solusi yakni mengolah sampah plastik menjadi BBM dengan cara alternatif melalui teknik pirolisis. Pirolisis sendiri adalah pemanasan pada kondisi bebas oksigen. Dalam proses pirolisis komponen organik dalam bahan dapat berguna sebagai bahan bakar atau sumber bahan kimia.

Mahasiswa KKN 22 UPI melakukan proses pengelolaan sampah plastik menjadi BBM dengan menggunakan alat sederhana yaitu; tong pembakaran dari kaleng bekas, pipa pengalir dari selang tembaga dan selang plastik, bahan kodensor dari kaleng bekas yang terisi es batu, dan sumber panas dari kompor gas. Setelah melakukan uji coba akhirnya berhasil menjadi dua jenis hasil minyak yakni minyak tanah dan bensin.

Setelah berhasil melakukan uji coba, Mahasiswa KKN 22 UPI melaksanakan Kegiatan sosialisasi dengan tema “Teknologi Tepat Guna” yang berlangsung di aula Kelurahan Isola dihadiri oleh pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, pihak kelurahan Isola dan Kepala RT dan RW 06 di lingkungan Kelurahan Isola. Selain itu, melakukan uji coba langsung di hadapan masyarakat RT 07 bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik menjadi BBM.