Ide kreatif memanfaatkan limbah pabrik banyak dilakukan warga Tualang. Sejak 2008 berdiri, Bapak E.M. Nur mengaku sudah terbiasa dengan kegiatan menganyam tali plastik.  Bahan untuk keranjang, disebutnya juga berasal dari limbah industri tekstil. Plastik yang dianyam itu adalah limbah tali dari beberapa industri di Indahkiat Tualang. Cara membuatnya terkesan mudah, Meski disebut Bpk. E.M Nur  tetap harus teliti dan ulet.

Pembuatan kerajinan ini diawali dengan pembentukan pola dan menentukan bentuk kerajinan. Kemudian tali yang sudah disiapkan, perlahan dianyam hingga membentuk pola yang diinginkan. Dikerjakan sendiri, setiap hari ia mengaku bisa membuat satu hingga 10  bentuk kerajinan berbahan plastik tersebut. Awalnya dia hanya membuat anyaman tersebut buat dirumah dia saja ternyata tetangga bpk. E.M. Nur berminat dan dibuatlah oleh beliau.  Anyaman ini bisa dikenal banyak masyarakat dikearenakan Camat membawa anyaman ini suatu pameran dan disitu banyak peminatnya oleh masyarakat.

Nah, dikarenakan masyarakat banyak yang nganggur karena PT. Suryadumai tutup. Bpk. E.M. Nur dipanggil bupati tahun 2010 dan ia membuka lowongan kerja buat warga setempat yang sedang nagnggur atau tidak ada pekerjaan. Disaat dibukanya lowongan kerja beliau hanya memiliki 17 orang anggota untuk membuat anyaman tersebut. Ditahun 2012 anyaman tersebut juara 1 Se-Prov. Riau setelah itu anyaman tersebut dibawa kejakarta Alhamdulillah juara 3 Se-Nasional. Beliau kembali membuka lowongan pekerjaan dikarenakan Peminat dari anyaman tersebut semakin membludak hingga memiliki 100 Anggota. Beliau memerlukan 85 Ton tali bekas tiap bulannya dikarenakan semenjak adanya virus corona tali tersebut Cuma ada 50 ton/bln nya.

Maka dari itu Bpk. E.M.Nur mengurangi karyawannya sekarang menjadi 56 Anggota dikarenakan bahan baku yang masuk sedikit. Bpk E.M. Nur ini tidak hanya membuat kerangjang saja tetapi ia juga membuat anyaman lainnya seperti, tempat buah, keranjang belanja, tikar, pot bunga, dan masih banyak yg lainnya.

Sementara untuk pemasaran, Bpk. E.M.Nur  mengaku harus menunggu pesanan. 

Barang-barang yang dibuat biasanya akan dipesan terlebih dahulu dan diambil setelah jadi dengan jumlah sesuai pesanan. “Kalau penjualannya sudah ke beberapa kota di luar desa tualang, seperti Sumatera Utara, Riau, Sumatera barat, Pulau Jawa bahkan Bali juga pernah.