Guna mengoptimalkan setiap fasilitas yang ada, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berencana untuk mengkomersialkan ratusan Tiang LRT Palembang, Lintasan Train Set untuk dimanfaatkan sebagai media promosi periklanan di tahun 2022.

Artinya, ke depan ratusan Tiang LRT Palembang tak lagi polos warna abu-abu. Bisa jadi penuh warna-warni tayangan reklame.

“Untuk optimalisasi pemanfaatan aset di luar stasiun berupa tiang (pier) portal, dan dinding atas jalur (parapet) jumlahnya sebanyak 860 titik. Kami membaginya menjadi 5 zona yang terbentang mulai dari Stasiun Bandara SMB II sampai dengan Depo LRT Sumatera Selatan,” Terkait ketentuan Iklan atau reklame seperti apa yang boleh ditampilkan tersebut, apakah termasuk kategori politik? Menurut Dedik nantinya tetap akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Pada prinsipnya seluruh materi dan kategori iklan dapat dipasang di media periklanan (Tiang, portal ataupun pier) milik Balai Pengelola KA Ringan Sumsel, namun nantinya pemasangan iklan tersebut tetap akan mengikuti peraturan yang berlaku dari walikota maupun gubernur mengenai pemasangan iklan dll,” jelas Dedik Tri Istiantara. Ketika ditanya pengaturan atau aturan main seperti apa yang sudah dibuat? Dedik mengatakan sebagai upaya optimalisasi dan pemanfaatan aset berupa Pier, Portal, dan Parapet, pihaknya akan melakukan pemilihan mitra secara terbuka untuk mencari pengelola periklanan.

“Kerjasama dengan media periklanan dan tenant-tenant yang ada dalam stasiun sudah mulai dikerjasamakan,”

Kegiatan tersebut kata Dedik Tri Istiantara, dibuka seluas-luasnya, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh calon mitra adalah dengan menghubungi Unit Pengembangan Usaha Balai Pengelola KA Ringan Sumsel. Dikatakan Dedik Tri Istiantara, saat ini pihaknya masih dalam proses penghitungan potensi pendapatan dari komersialisasi tersebut.

Tidak hanya dari iklan, namun dari pemanfaatan aset lainnya yang hasilnya akan digunakan sebagai upaya kami mengurangi subsidi pemerintah untuk operasional LRT Sumsel kedepannya. Untuk hal tersebut, Dedik juga mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemkot Palembang, Pemprov Sumsel serta beberapa stakeholder terkait dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aset yang dimiliki oleh Balai Pengelola KA Ringan Sumsel.