Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 turut menghadirkan pameran tanaman Angrek. Ini pun memberikan nuansa baru bagi pengunjung dengan beragam warna bunga angrek yang juga dapat dijadikan koleksi sendiri. Terletak di Kalangan Ratna Kanda atau tepatnya sisi kiri pintu Ardha Candra, beragam jenis tanaman angrek dipamerkan. Diprakarsai dan difasilitasi oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), komunitas penghobi salah satu tanaman hias ini mendapat peluang untuk membuka stand pameran pada perhelatan tahunan ini.

Ada banyak penggiat yang berkumpul menjadi satu yang membuat mereka tidak hanya bisa bertukar informasi seputar hobi pengembang biakan anggrek namun juga bisa memperoleh keuntungan dari penjualan. Salah seorang pemilik stan angrek, Ayu Swastiari,  mengaku mendapat kesempatan hadir dalam PKB kali ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Terlebih antusias masyarakat sangat tinggi. “Ternyata antusias masyarakat atau pengunjung untuk datang ke stan dari awal buka hingga saat ini sangat tinggi. Bahkan tidak hanya berkunjung mereka juga membeli tanaman anggrek yang tentu menjadi keuntungan bagi kami,” ungkapnya.

Dalam pameran ini, dia menawarkan berbagai jenis anggrek, seperti anggrek bulan, vanda dan juga dendro. Tak jarang ada juga warna baru dari jenis tertentu yang di hasilkan dari persilangan satu dengan yang lainnya. Dari begitu banyak jenis anggrek, masyarakat yang berkunjung sebagian besar tertarik pada jenis Anggrek Bulan. “Selain warna yang cantik dan menarik, Anggrek Bulan ini juga saat berbunga tahan lama, sehingga mereka menikmati keindahannya lama, dibandingkan dengan jenis dan bunga lainnya,” jelas Ayu. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp100.000 per buah. Ayu Swastiari berharap setiap tahun tetap diberi peluang untuk membuka stan di PKB. Selain itu pihaknya juga ingin mengenalkan tanaman anggek kepada masyarakat luas, karena selain perawatannya yang mudah anggrek juga cepat bisa di kembang biakan