Bisnis

Strategi Bisnis Kuliner Efektif Untuk Hadapi Persaingan

Strategi bisnis kuliner

Strategi bisnis kuliner-Sekarang ini, jenis bisnis restoran atau kuliner menjadi bisnis yang kompetitif. Ini dikarenakan Anda harus mengarahkan pelanggan untuk makan dan membuat mereka merasa nyaman melebihi pelayanan yang diberikan tempat makan lainnya.

Jika Anda tidak dapat menarik perhatian pelanggan, kemungkinan usaha kuliner Anda akan ditutup. Anda harus bisa menarik perhatian pelanggan sebanyak mungkin untuk bisa memenangkan persaingan bisnis khususnya pada jenis bisnis kuliner.

Orang-orang pergi ke bisnis kuliner Anda tidak hanya untuk sekedar makan. Namun, mereka juga ingin menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga sambil menikmati makanan. Ada juga yang ingin meng-update makanan yang mereka pesan di media sosial karena mereka menganggap kuliner yang Anda sajikan unik dan patut untuk dibagikan ke teman-teman di jejaring media sosial yang mereka gunakan.

Strategi Bisnis Kuliner Efektif Untuk Hadapi Persaingan

Strategi bisnis kuliner

1. Buat Cadangan Dana

Strategi bisnis kuliner yang pertama adalah membuat cadangan dana. Kemerosotan tiba-tiba dalam bisnis sering tak terhindarkan bagi para pengusaha pemula. Sebagian besar banyak bisnis kuliner memulai dengan awal yang baik. Namun banyak juga dari mereka yang “kalang kabut” ketika menghadapi musim di mana pelanggan tidak banyak berkunjung ke bisnis mereka. Langkah bijak untuk menghadapi situasi tersebut adalah merencanakan pengeluaran modal Anda selama beberapa periode ke depan.

Umumnya, pemilik bisnis kuliner atau restoran baru membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan atau lebih sebelum mencapai titik breakeven. Sisihkan cukup dana hingga periode itu berakhir.  Pemilik bisnis kuliner haruslah memperkirakan dan memprediksi kapan masa krisis yang mungkin akan menghabiskan banyak anggaran akan terjadi. Jadi, jangan terbawa suasana oleh kesuksesan awal. Hemat dan keluarkan anggaran dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Gunakan cadangan dana Anda untuk menutupi biaya-biaya yang bersifat darurat.

2. Buat Logo yang Menarik & Berkesan

Pastikan bisnis kuliner Anda memiliki logo unik. Orang-orang akan melihat logo bisnis Anda di iklan media sosial, situs web, papan menu, dan di tempat lain. Logo bukan hanya tanda hak cipta untuk mengidentifikasi kedudukan bisnis kuliner Anda. Namun lebih dari itu, desain logo membantu Anda membangun citra brand yang dapat dipercaya oleh publik.

Jadi, buat desain dan konsep logo yang unik. Pastikan bahwa logo tersebut bebas dari unsur klise seperti gambar topi koki, gambar piring, dan lainnya. Bisnis kuliner Anda akan menggunakan logo sebagai perwakilan atas konsep bisnis kuliner yang Anda buat. Jadi, logo haruslah didesain secara benar-benar agar pelanggan bisa mengenal dan mengingat bisnis kuliner Anda dengan hanya melihat logo yang Anda buat.

3. Buat Tampilan Menu yang Unik

Ketika orang mengunjungi restoran Anda, hal pertama yang mereka temui adalah kartu atau papan menu bisnis kuliner Anda. Tampilan menu pastinya berisi jenis dan harga menu yang ditampilkan untuk pelanggan. Pelanggan dapat memilih hidangan yang sesuai dengan kantong mereka setelah melihat tampilan menu Anda. Tetapi desain tampilan menu yang dibuat secara unik dan profesional memiliki kemampuan untuk membuat bisnis kuliner Anda “berbeda” dengan kompetitor lain.

Pastikan harga per menu dikategorikan dengan rapi dalam desain tampilan menu Anda. Gunakan gambar menu autentik dengan font teks nama menu yang elegan sehingga terlihat unik di mata pengunjung. Jangan salah, tampilan menu Anda bisa menjadi salah satu faktor bagi para pengunjung untuk kembali ke toko kuliner atau restoran Anda.

4. Manfaatkan Media Sosial

Salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan bisnis kuliner atau restoran Anda adalah dengan memanfaatkan media sosial. Sekarang ini, orang-orang sudah banyak menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Jadi, pilih dan buat akun media sosial yang akan bermanfaat bagi eksistensi dan kelangsungan hidup bisnis Anda.

Kemudian, mulailah mengunggah konten yang relevan di akun media sosial Anda. Konten yang bisa Anda unggah adalah menu baru, aktivitas bisnis kuliner Anda, dan perkembangan bisnis kuliner Anda. Pastikan Anda mengunggah konten secara konsisten setiap hari. Jelas, tujuannya adalah untuk meningkatkan engagement bisnis Anda dengan calon pelanggan yang sudah atau belum mengetahui bisnis kuliner atau restoran Anda.

5. Lakukan Promosi Secara Agresif

Promosi agresif bisnis kuliner atau restoran baru Anda sangat penting untuk mendapatkan pengakuan brand oleh publik. Dengan melakukan promosi secara agresif, orang-orang yang belum mengetahui bisnis Anda akan penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang bisnis kuliner Anda. Dan sebenarnya, biaya bukanlah halangan utama bagi aktivitas promosi bisnis. Yang perlu Anda lakukan adalah mengadopsi beberapa cara promosi lewat iklan dengan biaya murah, dan cara-cara promosi hemat biaya lainnya.

6. Kerja Sama untuk Mendongkrak Perkembangan Bisnis Kuliner

Setelah bisnis kuliner atau restoran Anda berhasil dibangun, pastikan Anda mencapai perkembangan bisnis secara konsisten dan persisten. Anda memerlukan banyak ide bisnis yang lebih segar dari beberapa kenalan bisnis Anda untuk pertumbuhan bisnis yang stabil. Sebagai salah satu contoh, Anda bisa bekerja sama dengan influencer yang bisa membantu mempromosikan menu bisnis kuliner Anda secara efektif.

Setelah Anda mendapatkan bantuan dan ide dari partner bisnis Anda, bangun hubungan emosional yang kuat dan baik melalui kerja sama terhadap mereka. Karena ide-ide mereka bisa menjadi dasar di mana Anda akan membangun reputasi bisnis kuliner Anda secara baik. Dengan enam strategi tersebut, bisnis kuliner atau retoran Anda diharapkan bisa bertahan dalam ketatnya persaingan bisnis.

Tantangan Bisnis Kuliner Bagi Pemula

Agar bisa mengembangkan usaha dengan maksimal, Anda perlu mengetahui dan memahami segala tantangan bisnis kuliner sebagai berikut.

1. Menarik target konsumen

Salah satu faktor penting dalam kesuksesan bisnis kuliner tentunya adalah konsumen. Tanpa adanya konsumen, usaha Anda tentunya tidak akan bisa berjalan dengan semestinya. Karena itu, Anda perlu tahu bagaimana cara menarik pelanggan dengan efektif.

Salah satu faktor esensial dalam meraih kesuksesan bisnis F&B adalah pelanggan. Untuk itu, pemilik bisnis sudah semestinya tahu cara menarik pelanggan dengan efektif agar kelangsungan bisnisnya tetap eksis. Salah satu cara dalam menarik konsumen untuk membeli produk Anda adalah dengan menentukan target pasarnya. Namun, meraih target pasar sebenarnya tidak semudah kelihatannya. Apalagi bagi para pebisnis yang masih terjebak pada model bisnis konvensional.

Kunci utama dalam memperoleh target konsumen yang sesuai adalah dengan promosi produk. Intinya, Anda perlu membuat konten informasi produk semenarik mungkin. Anda bisa memulainya dengan memanfaatkan media sosial dari perangkat smartphone. Bangun terlebih dahulu brand awareness usaha Anda pada target pasar yang diinginkan. Setelah itu, para calon konsumen yang penasaran akan mulai tertarik untuk membeli produk Anda.

2. Kendala finansial

Salah satu tantangan bisnis kuliner yang paling banyak dialami adalah kondisi keuangan yang kurang memadai. Biasanya ini seringkali menimpa para pengusaha kuliner yang masih baru merintis alias pemula. Memang membangun suatu usaha membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, Anda perlu mempersiapkan modal yang cukup dalam merintis bisnis kuliner. Supaya lebih efektif, Anda bisa memanfaatkan kompor gas Dwi Mutiara HP-220DM dari Hock untuk bisnis Anda.

Kompor gas ini di desain khusus dengan body stainless steel 304 yang anti keropos, tahan lama, dan mudah di bersihkan. Di tambah dengan nyala api biru besar sehingga masakan Anda bisa matang dengan cepat dan merata. Pilihan tepat untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang efisien. Selain modal, Anda juga perlu menyiapkan dana cadangan untuk usaha guna mengatasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di masa mendatang. Salah satu kemungkinan terburuk adalah penjualan yang merugi atau tidak mencapai target penjualan.

Pastikan alokasi dana cadangan tersebut cukup untuk mengcover pengeluaran bisnis sementara waktu. Setidaknya 12 bulan pertama setelah membuka bisnis kuliner. Setelah itu, biasanya keuangan usaha Anda membaik dan kembali mendapat keuntungan.

3. Inovasi menu dan produk

Tantangan bisnis kuliner bagi pemula selanjutnya adalah menyoal menu dan produk yang di jual. Setiap pengusaha wajib menyediakan opsi menu yang unik agar tidak monoton. Langkah ini juga bertujuan untuk mempertahankan brand bisnis yang sedang di bangun.

Menciptakan menu yang unik dan berbeda memang bukan perkara mudah. Apalagi kalau harus menyelaraskan dengan selera konsumen. Namun kalau berhasil merealisasikannya, para pelanggan akan merasa makin puas dan tidak ragu untuk membeli kembali. Bahkan bisa saja mereka akan merekomendasikan bisnis Anda pada keluarga dan rekan mereka.

4. Menciptakan identitas brand

Tantangan bisnis kuliner lainnya adalah dalam menetapkan identitas usaha Anda. Seperti membuat menu dan produk, Anda juga perlu menciptakan identitas yang unik dan khas terkait bisnis yang di rintis. Dalam hal ini, Anda bisa menuangkannya dengan desain interior restoran, teknik pemasaran, hingga pelayanan eksklusif. Buatlah identitas brand unik dan sekreatif mungkin agar bisnis Anda bisa terus mendapat kesan positif sekaligus membedakan dengan para pesaing kuliner lainnya.

5. Memberikan pelayanan terhadap konsumen

Penentuan strategi pelayanan yang tepat selalu jadi tantangan bisnis kuliner tersendiri bagi para pengusaha. Pasalnya, Anda perlu membuat strategi sesuai dengan kebiasaan dan persona dari para konsumennya. Di samping itu, Anda juga harus mampu meningkatkan atau mempertahankan tingkat kepuasan para pelanggan. Intinya, Anda harus berusaha melayani konsumen semaksimal mungkin guan membangun reputasi positif bagi bisnis Anda.

Contoh pelayanan konsumen yang bisa Anda terapkan yakni:

  • Menyambut setiap konsumen dengan ramah
  • Usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen
  • Buat konsumen merasa nyaman
  • Jangan biarkan konsumen menunggu terlalu lama
  • Jaga profesionalitas diri saat berhadapan dengan konsumen

Topics #Bisnis kuliner efektif #Kuliner bagi pemula #Strategi bisnis kuliner #Strategi bisnis untuk hadapi persaingan #Tantangan bisnis kuliner