Strategi Pengembangan Usaha Dan Jenisnya , Pengembangan usaha adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pemilik bisnis guna meningkatkan profitabilitas bisnisnya atau kemampuan bisnis untuk dapat menghasilkan keuntungan lebih dengan menggunakan semua modal yang dimiliki oleh bisnis tersebut.

Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat ini, melakukan pengembangan usaha adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik bisnis agar mampu tetap bertahan. Pasalnya, persaingan bisnis tidak memandang bulu besar atau kecilnya skala bisnis. Baik itu di bisnis skala besar atau skala kecil, pada masing-masing tingkatnya, tentu terdapat kompetisi antar bisnis yang tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif yang perlu disusun karena mengimplementasikan pengembangan usaha adalah hal yang tidak bisa dilakukan tanpa ada rencana yang jelas. Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai pengembangan usaha dari jenis hingga strateginya yang mungkin dapat diadaptasi dalam bisnismu. Yuk, simak!

Jenis Pengembangan Usaha

Terdapat 2 jenis pengembangan menurut Subagyo (2008), yakni:

  • Pengembangan vertikal, yaitu pengembangan usaha dengan cara menciptakan inti usaha baru yang masih berkaitan dengan usaha utama secara langsung.
  • Pengembangan horizontal, yaitu pengembangan usaha baru dengan tujuan menguatkan usaha utama agar memperoleh keunggulan koperatif yang tak berkaitan dengan bisnis inti secara line.

Dilihat dari caranya, terdapat 3 jenis pengembangan usaha menurut Humaizar (2010), di antaranya:

  • Perluasan ke hulu atau ke hilir. Maksudnya pengembangan usaha di lakukan berdasarkan posisi usaha. Apabila saat ini usaha berada di hulu maka arah pengembangan di lakukan ke arah hilir begitu sebaliknya.
  • Diversifikasi usaha, yakni pengembangan usaha di beragam usaha
  • Franchise, yaitu menjual bisnis dengan menjual hak paten atas prooduk/jasa dan konsep penjualannya.

Strategi Pengembangan Usaha

Baik itu dari internal maupun eksternal, strategi yang di tujukan untuk mengembangkan usaha harus melingkupi keseluruhan bisnis untuk dapat menciptakan sinergi bisnis guna mewujudkan keberhasilan. Nah, untuk itu, beberapa contoh strategi pengembangan usaha adalah sebagai berikut ini!

 1. Membangun brand awareness

Brand atau merek merupakan hal yang tidak bisa di lepaskan dari suatu bisnis. Ibarat kartu identitas, brand adalah pengenal dari bisnis yang berguna untuk membedakan satu bisnis dengan bisnis lainnya. Brand bisnis perlu di bangun agar pelanggan dan target konsumen mudah untuk mengenali dan mengingat tentang bisnismu.

Makin luas brand awareness yang di sebar oleh bisnis, maka kemungkinan untuk menggaet target konsumen semakin besar. Sehingga, peluang dalam perolehan keuntungan pun juga semakin besar. Oleh karena itulah, membangun brand awareness atau kesadaran khalayak akan brand bisnismu sebagai salah satu strategi pengembangan usaha adalah hal yang patut di masukkan ke dalam daftar.

 2. Melakukan analisis SWOT lebih lanjut

Strategi selanjutnya adalah menganalisis SWOT bisnis lebih lanjut. Mungkin ketika bisnis pertama kali di bangun, kamu sudah melakukan analisis SWOT. Namun, SWOT tidak hanya di lakukan sekali saja lho. Ketika hendak mengembangkan usaha, analisis SWOT masih dapat membantumu untuk mendapatkan gambaran atu insight tertentu mengenai kondisi baik di dalam bisnis atau yang terjadi di pasar.

Di dalam analisis SWOT, terdapat aspek strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threat (ancaman). Masing-masing analisis dari aspek tersebut dapat di manfaatkan dan di susun ke dalam strategi.

Salah satu aspek SWOT yang dapat di manfaatkan dalam pengembangan usaha adalah peluang atau opportunity. Analisis peluang yang ada di dalam masa depan bisnis berguna sebagai garis besar goal atau target pengebangan usaha seperti apa yang ingin di raih. Kemudian, dari situlah dapat di susun langkah-langkah seperti apa yang harus di ambil.

 3. Memperluas jejaring bisnis

Jejaring bisnis di dalam pengembangan usaha adalah hal yang dapat di optimalkan pula sebagai strategi. Mengapa jejaring bisnis harus di perluas? Hingga saat ini menjalin hubungan relasi atau jejaring antara sesama pebisnis umum di lakukan untuk menghasilkan peluang usaha baru seperti kolaborasi antara dua bisnis. Dari kolaborasi inilah, sebuah usaha dapat berkembang.

Memperluas jejaring bisnis dapat di lakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan bergabung ke dalam komunitas atau forum bisnis para pengusaha toko online. Kamu bisa gunakan kesempatan tersebut dengan saling berbagi informasi dan menjalin relasi baru.

 4. Mencari modal tambahan

Strategi lainnya dalam pengembangan usaha adalah dengan menambah modal. Hal ini karena modal dalam pengembangan usaha adalah kunci utama agar rencana pengembangan usaha dapat berjalan tanpa hambatan.

Tidak dapat di pungkiri bahwa modal di perlukan untuk pemenuhan dalam mengembangkan usaha. Seperti menambah jumlah produksi, memaksimalkan aktivitas pemasaran atau promosi, serta langkah-langkah lainnya yang di perlukan untuk tujuan peningkatan penjualan. Sehingga, inilah yang membuat modal dalam upaya pengembangan usaha adalah hal yang perlu di rencanakan pula untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Demikian artikel pembahasan tentang mengenai pengembangan usaha dari jenis hingga strateginya. Semoga bermanfaat!