Tips sukses menjadi seorang marketing-Siapa yang tak mengenal istilah marketing? Dalam suatu perusahaan, marketing memiliki peranan terpenting. Mengapa? Karena marketing memiliki fungsi untuk mencari, mendapatkan, mempertahankan, dan memperbanyak konsumen serta menguasai pasar.

Sementara jumlah konsumen yang dimiliki perusahaan menentukan besarnya pemasukan. Semakin besar pemasukan yang berhasil didapatkan, maka perusahaan akan semakin berkembang, demikian pula sebaliknya.

Tips Sukses Menjadi Seorang Marketing

sukses menjadi seorang marketing

Nah, berikut tujuh tips sukses menjadi seorang marketing:

1. Buat Strategi dan Target Konsumen

Buatlah kegiatan promosi yang dapat menarik minat pelanggan. Misalnya dengan memberikan potongan harga, menawarkan bonus tertentu untuk pembelian di atas rata-rata, menambahkan undian berhadiah pada event-event khusus, atau mengadakan beberapa kegiatan promosi yang melibatkan konsumen sebagai pesertanya. Seperti menjadi sponsor utama kegiatan sepeda gembira, jalan sehat bersama, serta acara lainnya yang bertujuan membangun loyalitas konsumen.

Tentukan juga target dan segmentasi pasar antara produk dan konsumen, seperti produk A cocok untuk konsumen tingkat apa dan buat strategi serta target yang harus Anda raih dalam melakukan kegiatan pemasaran tersebut.

2. Menguasai Product Knowledge

Satu-satunya cara agar meyakinkan pembeli atau klien adalah dengan memberikan informasi lengkap mengenai produk tersebut. Dengan mengetahui segala informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, maka secara tidak langsung dapat membantu Anda untuk meyakinkan para calon konsumen.

Berikan informasi dengan jelas tentang kelebihan produk, kegunaannya, kualitasnya, serta harga produk kepada calon konsumen. Tujuannya agar mereka semakin yakin untuk memilih produk atau jasa yang Anda tawarkan.

3. Memahami Perilaku Konsumen

Sebelum menawarkan produk atau jasa ke konsumen, terlebih dahulu tentukan target pasar yang akan Anda bidik. Bisa jadi Anda membidik komunitas anak muda, khusus wanita, ataupun masyarakat umum yang berasal dari kalangan menengah atas atau kalangan menengah ke bawah.

Pastikan bahwa Anda memasarkan produk atau jasa kepada target pasar yang tepat. Karena itu seorang marketing yang cerdas harus kenali dulu perilaku konsumen yang Anda bidik untuk mengetahui minat dan kebutuhan mereka.

4. Memperluas Jaringan Bisnis dan Pertemanan

Memiliki jaringan bisnis yang cukup luas tentunya akan memudahkan Anda dalam menjalankan usaha. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari jaringan bisnis yang Anda miliki. Mulai dari peluang kerja sama di bidang permodalan, memudahkan Anda dalam pemasaran bisnis.

Tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa kendala dalam menjalankan usaha dapat terselesaikan melalui bantuan jaringan bisnis yang Anda bangun dengan baik. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, maka bertambah besar pula peluang yang tercipta untuk mendapatkan calon konsumen baru. Jadi, jangan pernah ragu untuk membuka jaringan baru dan perluas pengetahuan Anda untuk mendapatkan pelanggan baru.

5. Memperhatikan Respon Konsumen

Terkadang setiap pelanggan memberikan respon berbeda-beda terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan. Bila pelanggan puas dengan produk atau jasa Anda, cantumkan respon tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkuat keunggulan produk yang ditawarkan. Namun jika respon konsumen kurang memuaskan, jadikan sebagai bahan evaluasi bagi Anda untuk mencapai hasil yang lebih baik ke depannya.

6. Selalu Bersikap Optimis dan Pantang Menyerah

Kegiatan marketing memiliki tantangan dan hambatan yang cukup besar, sehingga tidak semua orang bisa bertahan dengan profesi tersebut. Di kejar-kejar dengan target perusahaan atau mengalami penolakan dari calon konsumen merupakan salah satu tantangan kecil yang harus diterima para marketing.

Seorang marketing sejati memang harus selalu optimis dalam melayani konsumen dan pantang menyerah dalam setiap keadaan. Antusiasme dan semangat Anda kepada calon pelanggan menjadi magnet yang kuat, sehingga konsumen yakin memilih produk atau jasa yang Anda pasarkan. Optimis dan pantang menyerah merupakan kunci utama kesuksesan Anda sebagai seorang marketing.

7. Memiliki Gadget yang Dapat Menghemat Waktu

Setiap pekerjaan pasti membutuhkan komunikasi baik dari pihak sesama penjual ataupun dari penjual kepada pembeli. Begitu juga dengan pemasaran bisnis yang membutuhkan komunikasi nan baik antara para penjual dengan pembeli.

Komunikasi pemasaran sangat dibutuhkan bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Jika Anda sebagai pelaku bisnis bisa membangun komunikasi yang baik kepada para pembeli, Anda pun bisa dengan mudah membujuk mereka untuk membeli produk yang ditawarkan.

Taktik Jitu Pemasaran

Berikut adalah taktik jitu dalam pemasaran:

1. Mengenali pelanggan

Strategi ini dimulai dengan proses mengidentifikasi pelanggan. Dengan kata lain, kamu harus tahu seperti apa pelanggan yang kamu target dalam bisnis. Ketika telah mengenal karakter pelanggan, kamu bisa dengan mudah menetapkan tujuan dan target penjualan. Sederhananya begini, jika bisnis kamu bergerak di bidang sepatu canvas, kamu bisa menarget pelanggan dengan rentang usia mulai dari 12 – 30 tahun. Kenapa demikian, karena pelanggan dalam rentang usia tersebut menyukai jenis-jenis sepatu canvas.

2. Lakukan promosi

Setelah mengidentifikasi pelanggan, saatnya kamu harus melakukan promosi atau pengenalan produk kepada konsumen atau calon konsumen. Pada tahap ini, setiap pemilik bisnis memiliki caranya masing-masing. Yang harus kamu lakukan adalah gunakan cara-cara yang kreatif dan menarik serta berkelanjutan untuk memperkenalkan produk kamu.

Cara melakukan promosi secara berkelanjutan tidak pula sulit. Cara paling mudah, kamu bisa melakukan promosi setiap kali kamu bepergian dengan cara membagikan brosur atau pamflet. Sebagian besar pemilik bisnis baru melakukan hal ini untuk memperkenalkan produk milik mereka kepada masyarakat luas. Selain itu, pemilik bisnis juga kerap melakukan promosi dari mulut ke mulut. Meskipun cara ini tergolong tradisional, namun tetap memberikan value lebih kepada pemilik bisnis.

3. Pilih lokasi yang strategis

Coba kamu perhatikan bisnis – bisnis yang telah memiliki nama besar seperti Starbucks, KFC dan lain sebagainya. Mereka cenderung memilih lokasi bisnis yang stratesi seperti di perusahaan retail atau mal – mal. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjangkau kalangan kelas menengah ke atas. Selain itu, rata – rata perusahaan retail terdapat di tengah – tengah kota, sehingga mereka dapat menjangkau target pasar yang telah ditentukan.

Strategi Pemasaran yang Efektif dan Efisien

Berikut beberapa strategi pemasaran yang efektif dan efisien serta jarang di ketahui orang.

1. Fokus pada pemecahan masalah

Kamu harus tahu apa yang benar-benar di butuhkan oleh pelanggan. Apabila kamu menciptakan sebuah produk yang sama sekali tidak di butuhkan oleh pelanggan, maka besar kemungkinan produk kamu tidak akan di beli mereka. Kenapa demikian? Karena berdasarkan ilmu ekonomi, setiap pelanggan memiliki perilaku masing-masing ketika, saat, dan setelah mengonsumsi produk. Mereka cenderung membeli sebuah produk karena kebutuhan dan bukan keinginan.

Faktanya, apabila produk yang kamu miliki berhasil menjawab masalah yang di hadapi masyarakat, maka sangat besar kemungkinan mereka akan membeli dan terus membeli produk kamu. Ketika sebuah produk/jasa memiliki demand yang tinggi, maka produk/jasa itu akan menjadi pusat perhatian masyarakat.

Sebagai contoh, baru-baru ini harga garam melambung tinggi sekali. Hal ini di sebabkan karena garam merupakan produk yang dapat menjawab permasalahan yang di hadapi masyarakat banyak. Ketika supply garam menurun, pelanggan akan mencari banyak cara untuk mendapatkannya meskipun dengan harga yang tinggi. Dengan demikian, dapat kita pahami bahwa produk/jasa yang dapat memecahkan permasalahan yang di hadapi masyarakat akan memiliki value yang lebih tinggi.

2. Tetapkan target pemasaran

Sebuah pemasaran tanpa target merupakan suatu tindakan pemborosan yang sangat buruk. Pasalnya, kegiatan pemasaran ini sendiri memerlukan dana yang tidak sedikit. Jadi, sangat tidak efektif dan efisien bila pemasaran di lakukan tanpat sebuah target. Cara menentukan target pemasaran tidak terlalu sulit.

Sebagai contoh, jika ada seorang paruh baya yang memiliki minat tinggi terhadap musik klasik, tentunya berita-berita mengenai musik rock atau punk tidak akan menarik baginya. Sehingga ia bukanlah target pasar yang harus kamu capai. Jadi, kamu harus menetukan target pasar yang relevan dengan produk/jasa yang kamu miliki serta dapat memecahkan permasalahan yang mereka miliki.