Jakarta, CNBC Indonesia – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melakukan pemisahan usaha atau pemekaran usaha segmen. Usaha pusat penyimpanan data (Data Center) oleh PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) ke dalam PT Telkom Data Ekosistem (TDE). 

Dalam pengumuman di media massa, Rabu (24/8/2022). Pemisahan usaha data center tersebut senilai Rp 2,014 triliun dan telah berlaku efektif pada 15 Agustus 2022. 

Pengumuman tersebut di buat sehubungan dengan Pasal 135 ayat (3) juncto Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Dengan ini Direksi PT Sigma Cipta Caraka dan Direksi PT Telkom Data Ekosistem mengumumkan bahwa telah di lakukan pemisahan usaha atau pemekaran usaha segmen usaha pusat penyimpanan data (data center) oleh SCC ke TDE,” tulis pengumuman tersebut, Rabu (24/8/2022).

Adapun pemisahan tersebut di dalamnya termasuk pemasukan benda tidak bergerak milik SCC. Berupa tanah dan bangunan di Sentul dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan nomor 2305/Citaringgul. Dan tanah dan bangunan di Surabaya dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan nomor 2390/Lakarsantri.

Manajemen Telkom dalam keterbukaan informasinya mengungkapkan. Pada tanggal 15 Agustus 2022 telah di lakukan Transaksi Afiliasi. Berupa Pemekaran Usaha/Pemisahan Usaha melalui Pengalihan Bisnis Data Center TelkomSigma ke TDE yang berlokasi di Serpong, Sentul, dan Surabaya.

“Transaksi di lakukan dalam rangka restrukturisasi Telkom Group melalui konsolidasi bisnis data center ke dalam satu entitas. Hal tersebut sesuai dengan strategi grup untuk mengembangkan bisnis data center baik di pasar domestik maupun internasional,” ungkap manajemen Telkom.

Telkom Akan Bangun Data Center di IKN

Telkom Indonesia (Telkom) berencana membangun pusat data (data center) di beberapa kota di Tanah Air. Salah satunya adalah Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Namun, Telkom masih belum mengungkap di mana persisnya lokasi pembangunan data center, kapam proyek akan dimulai, dan berapa nilai investasi yang akan di gelontorkan.

Selain di IKN, Telkom juga akan membangun data center di Batam, Kepulauan Riau. CEO NeutraDC, Andrew Th. A.F mengatakan, pembangunan data center di Batam tidak hanya bertujuan untuk menangkap peluang bisnis di Batam saja, tapi juga Singapura.

Adapun NeutraDC adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis data center. “Jadi di Batam itu satu untuk menangkap market. Kedua tadi kenapa Singapura itu juga jadi market karena ekonomi dan segala macamnya stabil ya,” kata Andreuw dalam acara media briefing di Sleman, Rabu (8/6/2022).

Lebih lanjut, Andreuw mengatakan, Singapura adalah salah satu negara pusat data di Asia-Pasifik, selain Jepang, dan Hong Kong. Menurut firma riset Structure Research, di Singapura terdapat 60 data center yang terdaftar. Akan tetapi, pemerintah Singapura sempat melakukan moratorium pembangunan data center baru sejak tahun 2019. Di rangkum dari Channel News Asia, moratorium ini di lakukan atas pertimbangan penghematan energi, karena pusat data mengonsumsi daya dalam kapasitas yang cukup besar.

Tahun lalu, data center di Singapura, disebut menyumbang 7 persen dari total konsumsi listrik di negara tersebut, menurut data dari Kementrian Perdagangan dan Perindsutrian Singapura. Awal tahun ini, moratorium tersebut telah dicabut, namun pembangunan pusat data di Singapura akan lebih diperketat. Di sisi lain, permintaan akan kebutuhan pusat data semakin tinggi.